Mau Bayar Pajak, Arif Malah Ditangkap Polisi

Setelah kedapatan menyelipkan dua lembar upal pecahan Rp 100 ribu ketika membayar pajak mobil di Dispenda Samsat OKU Timur senilai Rp 6.150.000.

Mau Bayar Pajak, Arif Malah Ditangkap Polisi
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Dua tersangka pencetak dan pengedar uang palsu (UPAL) yang berhasil diamankan Satreskrim Polres OKU Timur. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA – Arif Andrian (30) warga Desa Tambakboyo, Kecamatan Belitang yang selama ini mengedarkan uang palsu (Upal) di wilayah Kabupaten OKU Timur ditangkap Satreskrim Polres OKU Timur Rabu (27/1) sekitar pukul 12.00.

Setelah kedapatan menyelipkan dua lembar upal pecahan Rp 100 ribu ketika membayar pajak mobil di Dispenda Samsat OKU Timur senilai Rp 6.150.000.

Setelah berhasil menangkap Arif, polisi kemudian langsung menangkap Yulius Saputra (36) warga Desa Sumbersuko Jaya Kecamatan Belitang dua jam kemudian yang merupakan pencetak uang palsu tersebut.

Sementara satu rekan mereka berinisial SL berhasil meloloskan diri yang berperan sebagai pengedar upal tersebut.

Dari tangan kedua tersangka, Polisi berhasil menyita Barang Bukti (BB) berupa 60 lembar cetakan Upal yang belum dipotong pecahan Rp. 100 Ribu senilai Rp 12 Juta, tiga lembar upal pecahan Rp 100 Ribu sisa yang sudah diedarkan, dua Unit HP, tiga unit CPU Komputer, satu unit Scanner, tiga Printer, dua Layar Monitor, empat botol pylox merk clear, dua botol tinta warna, satu mouse dan satu keyboard, dua buah flashdisk dan satu buah bluetooth., yang digunakan tersangka dalam melakukan pencetakan upal tersebut.

Selain itu, polisi juga berhasil menyita satu paket hemat sabu-sabu dan satu pirek tabung isap.

Ketika diwawancarai Kamis (28/1) kedua tersangka mengakui mencetak dan mengedarkan upal tersebut bersama satu rekan mereka yang saat ini masih buron.

Yulius yang selama ini bekerja di bagian percetakan memanfaatkan peralatan yang ada untuk melakukan ujicoba pencetakan upal bersama dua rekannya.

Setelah beberapa kali dilakukan uji coba ternyata pencetakan berhasil. Untuk memaksimalkan hasil cetakan, Yulius menyemprotkan clear ke upal yang sudah dicetak agar tidak luntur.

Selain itu, untuk mempertajam benang pengaman, Yulius juga menyablonnya sehingga upal cetakannya terlihat seperti asli.

Halaman
12
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved