Bilang Anaknya Akan Meninggal, Pelaku Hipnotis Gasak Seluruh Harta Yentioh

Yentioh (64) warga Jalan Masjid Lama Kelurahan 17 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) I harus menahan kesedihan. Itu terjadi setelah uang tabungan deposito

Bilang Anaknya Akan Meninggal, Pelaku Hipnotis Gasak Seluruh Harta Yentioh
TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
Yentioh saat melapor ke Polresta Palembang 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Yentioh (64) warga Jalan Masjid Lama Kelurahan 17 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) I harus menahan kesedihan. Itu terjadi setelah uang tabungan depositonya sebesar Rp 700 juta raib setelah tertipu oleh pelaku hipnotis. Atas peristiwa tersebut, ia mendatangi Polresta Palembang untuk melaporkan peristiwa yang meludeskan seluruh tabungannya itu.

Dihadapan petugas, Yentioh menceritakan, kejadian itu bermula saat ia berada di Jalan Sayangan dan menuju ke pasar 16 Ilir, Rabu (30/12/2015) pagi yang lalu. Tengah asik memilih buah di kawasan tersebut, tiba-tiba ia bertemu dengan pelaku yang merupakan seorang perempuan dan terjadilah perbincangan.

"Baru bertemu disitu, ia mendekati saya dan kami mengobrol," ujarnya saat memberikan keterangan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Yentioh menambahkan, dalam sela-sela perbincangannya itu, ia dibuat percaya oleh pelaku yang mengatakan jika ia akan mengalami musibah, karena seorang anaknya akan segera meninggal pada tahun 2016 ini.

Menurut Yentioh, palaku menambahkan, jika ia ingin menghindari musibah tersebut, ia ditawarkan untuk membeli obat yang dibawa pelaku. Tak hanya itu, pelakupun menawarkan solusi lain, Yentioh harus menyembahyangi uang yang dimilikinya.

"Saya langsung percaya saja. Saya pulang kerumah mengambil uang tunai Rp 60 juta, perhiasaan, dan bukut tabungan deposito," katanya.

Usai mengambil semua harta bendanya, Yentioh kembali menemui pelaku yang memang disuruh menunggu di kawasan pasar 16. Tak hanya itu, saat itu pelaku juga mengajak Yentioh untuk mencairkan tabungan depositonya secara bertahap hingaa mencapai Rp 700 juta dalam sehari.

Sampai disana Yentioh belum sadar jika ia akan mengalami penipuan. Usai mengambil uang pelaku lalu mengajak Yentioh untuk berkeliling. Selain itu, Yentioh diberikan kantong plastik berwarna hitam yang dibilang pelaku sebagai obat untuk kesembuhan anaknya.

"Saya baru sadar ketika pelaku pergi. Saat saya liha ternyata kantong itu hanya berisikan garam dan mie instan," keluhnya.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help