Kinerja Menteri Jokowi Dinilai Buruk

Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menilai, beberapa menteri Kabinet Kerja kurang fokus

Kinerja Menteri Jokowi Dinilai Buruk
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ketua DPP Partai Amanat Nasional, Bara Hasibuan dan Wali Kota Bogor terpilih, Bima Arya (kiri-kanan) memberikan keterangan pers mengenai tertangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Kantor DPP PAN, Jakarta, Jumat (4/10/2013). Dalam kesempatan tersebut PAN mendukung KPK untuk terus memerangi korupsi dan menolak segala bentuk pelemahan kewenangan KPK. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menilai, beberapa menteri Kabinet Kerja kurang fokus bekerja pada substansi permasalahan.

Menurut dia, ada menteri yang lebih mementingkan "image".

"Mereka seharusnya bekerja pada substansi permasalahan bukan mencari popularitas," kata Bara, di sela-sela acara Refleksi Akhir Tahun 2015 Partai Amanat Nasional, di Kantor DPP PAN, Jakarta, Selasa (29/12/2015).

Pernyataannya itu menanggapi isu perombakan kabinet jilid II yang mengemuka belakangan ini.

Terkait isu perombakan kabinet tersebut, Bara menyatakan bahwa hal itu hak prerogatif presiden.

"Kalau manifestasi itu adalah reshuffle, tentu itu hak prerogatif dan otoritas presiden," ujar Bara.

Sebelumnya, Ketua DPP PAN Aziz Subekti mengaku mendapatkan bocoran dari Istana bahwa PAN memperoleh dua menteri di kabinet kerja yaitu posisi Menteri Perhubungan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung meminta semua pihak menghormati hak prerogatif Presiden soal komposisi kabinet.

Menurut dia, tidak boleh ada pihak-pihak yang mengintervensi soal perombakan kabinet.

Editor: Muhamad Edward
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved