Adidas Pun Tertekan Kenaikan Nilai Tukar Dollar AS

"Karena nilai tukar (euro) yang negatif, biaya pembelian untuk bahan baku kemungkinan akan naik sekitar 500 juta euro (548 juta dollar AS) tahun depan

Adidas Pun Tertekan Kenaikan Nilai Tukar Dollar AS
f5torefresh
Logo Adidas 

TRIBUNSUMSEL.COM, FRANKFURT - Perusahaan pakaian dan perangkat olah raga, Adidas, memperkirakan tahun depan bakal mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk memenuhi bahan baku produksi seiring dengan menguatnya dollar AS.

"Karena nilai tukar (euro) yang negatif, biaya pembelian untuk bahan baku kemungkinan akan naik sekitar 500 juta euro (548 juta dollar AS) tahun depan," ujar Chief Financial Officer Adidas Robin Stalker sebagaimana dikutip dari AFP, Kamis (24/12/2015).

Menguatnya dollar AS membebani banyak perusahaan termasuk Adidas, yang memproduksi berbagai barang di negara-negara Asia serta membayarnya dalam dollar AS.

Sebagaimana diketahui, dollar AS kembali menguat terhadap euro serta mata uang negara lainnya sebagai dampak dari perbedaan kebijakan moneter Federal Reserve dan European Central Bank.

Stalker menjelaskan kondisi ini bukanlah yang pertama yang dihadapi Adidas akibat melemahnya nilai tukar.

"Kami telah melakukan langkah cepat untuk itu, salah satunya adalah mengurangi ragam produk serta menaikkan harga," lanjut dia.

"Karena itu, kami tetap percaya bahwa perusahaan akan mampu untuk mengantisipasi kondisi ini terkait dengan keuntungan yang diperoleh," kata Stalker.

Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved