Bukannya Banyak Beribadah, Kakek Lima Cucu Ini Malah Lakukan Penipuan dan Penggelapan Mobil

Jika ada mobil yang akan over kredit maka mereka berniat langsung membeli mobil tersebut. Ketika sudah akan melakukan transaksi, barulah MD yang nant

Bukannya Banyak Beribadah, Kakek Lima Cucu Ini Malah Lakukan Penipuan dan Penggelapan Mobil
TRIBUNSUMSEL.COM/M ARDIANSYAH
Tersangka Fachrul Rozy menjelaskan kepada Kapolsek Kemuning Palembang AKP Handoko Sanjaya bagaimana kelompoknya beraksi saat diamankan di Polsek Kemuning Palembang, Kamis (17/12/2015) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sudah tua dan bukannya banyak beribadah, Fachrul Rozy (57) malah ikut dalam komplotan penipuan dan penggelapan mobil yang akan diover kreditkan pemiliknya.

Tak tanggung-tanggung, warga Komplek Sapta Indah G 3 RT 17 RW 08 Kelurahan 8 Ilir Kecamatan IT II Palembang ini sangat mudah untuk memperdaya calon korbannya.

Karena ia menyakinkan korbannya jika dirinya merupakan manager perusahaan kontraktor yang berada di Jakarta.

Dengan berbekalkan tanda peengenal perusahaan palsu dan empat KTP dengan nama dan alamat palsu, kakek lima cucu ini menjalankan aksinya untuk melakukan penipuan bersama dua pelaku lainnya yakni MD dan FM yang juga target operasi dari Polsek Kemuning karena kerap kali melakukan penipuan mobil.

"Kalau dapat mobilnya, aku dapat fee Rp 3 juta dari MD. Tetapi sampai sekarang aku belum terima uang fee dari mobil yang diperoleh," ujarnya saat diamankan di Polsek Kemuning, Kamis (17/12/2015).

Ia bersama MD dan FM, selalu berbagi tugas. MD mencari mangsa dengan melihat iklan di online shop.

Jika ada mobil yang akan over kredit maka mereka berniat langsung membeli mobil tersebut.

Ketika sudah akan melakukan transaksi, barulah MD yang nantinya mengatur skenario.

Kapolsek Kemuning Palembang AKP Handoko Sanjaya menuturkan, tersangka merupakan tersangka penggelapan mobil Daihatsu Xenia warna silver BG 1350 IM dengan korbannya Adinata (32) warga Jalan Swadaya Kelurahan Talang Aman Kecamatan Kemuning.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap FM dan MD, disinyalir ini merupakan komplotan spesialis penipuan dan penggelapan mobil. Bisa terlihat dari banyaknya KTP yang ditemukan dengan nama berbeda," jelasnya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved