Wildansyah Layak Jadi Kapten

Di dalam laga tersebut, SFC memang harus kehilangan kapten utama yakni Titus Bonai yang absen karena sakit.

Wildansyah Layak Jadi Kapten
TRIBUN SUMSEL.COM/HARYANTO
LEWATI PEMAIN - Pesepakbola Sriwijaya FC, Wildansyah (kiri) berusaha melewati pesepakbola Persipasi Bandung Raya (PBR) dalam lanjutan pertandingan Piala Jenderal Sudirman Grup A di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/11). Sriwijaya FC mengalahkan PBR dengan skor akhir 3-2. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tampilnya Wildansyah sebagai kapten Sriwijaya FC di laga terakhir Piala Jenderal Sudirman lalu melawan Persipasi Bandung Raya (28/11) mendapat tanggapan positif dari manajemen Laskar Wong Kito. Eks pemain Persib Bandung tersebut dinilai kedepannya layak untuk terus mengemban amanah sebagai pemimpin tim saat di lapangan.

“Saya pikir Wildansyah memang layak menjadi kapten, karena memang punya jiwa kepemimpinan dan lebih tenang saat di lapangan. Kedepan, jika memang ada turnamen atau kompetisi yang akan kami ikuti, rasanya dirinya patut dicoba untuk terus menjadi pemimpin tim SFC saat turun bertanding,” ujar Asisten Manajer SFC Achmad Haris saat dihubungi Rabu (2/12) sore.

Di dalam laga tersebut, SFC memang harus kehilangan kapten utama yakni Titus Bonai yang absen karena sakit. Sementara Ferdinand Sinaga yang biasanya didapuk menjadi deputi kapten, diminta hanya fokus bermain dan tidak mengambil peran tersebut karena sebelumnya mengalami masalah dengan korps wasit saat laga melawan Persija Jakarta (25/11).

Saat dikonfirmasi, Wildansyah sendiri mengaku bangga diberi kesempatan untuk menjadi kapten SFC. “Itu bukan prestasi, karena kebetulan saja yang lain absen. Namun saya tetap bangga diberi sebuah kehormatan menjadi kapten SFC, salah satu klub besar di tanah air,” ujar ayah dari 1 putri ini saat dikonfirmasi Rabu (2/12) sore.

Apalagi diakuinya selama kariernya sebagai pesepakbola selama ini dirinya tidak pernah mengemban amanah tersebut. “Kalau di junior pernah, saat itu pun Ferdinand Sinaga adalah junior saya. Tapi untuk level senior, baik saat di Persib,Persisam ataupun PBR, klub yang saya pernah sebelumnya, saya tidak pernah menjadi kapten,” ungkapnya.

Dirinya pun mengaku cukup tegang saat diberi amanah tersebut, karena sebelumnya SFC mengalami 2 hasil negatif di putaran grup A. “Soal tendangan penalti yang gagal, itu lebih karena tidak pernah dilatih sebelumnya. Sebenarnya jika yang lain siap, saya tidak akan mengambilnya, namun tentu sebagai kapten dan pemain, saya harus siap jika diminta,” tambahnya.

Wildansyah pun berharap kedepan SFC akan lebih baik usai mendapat pelajaran berharga selama turnamen PJS lalu. “Soal evaluasi, manajemen sudah pasti akan melakukannya. Yang jelas kami mendapat pengalaman dan pelajaran di turnamen PJS, kedepan SFC akan lebih siap dan lebih baik lagi,” pungkasnya. (haryanto)

Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved