Pemain Dukung Nasrun Umar Terus Pimpin SFC

Sang manajer pun secara spontanitas memberikan bonus kepada pemain untuk membelikan oleh-oleh kepada keluarga.

Pemain Dukung Nasrun Umar Terus Pimpin SFC
TRIBUNSUMSEL.COM/HARYANTO
Nasrun Umar yang sudah ditunjuk Gubernur Sumsel, Alex Noerdin sebagai manajer Sriwijaya FC menyempatkan diri hadir di latihan perdana untuk persiapan menuju turnamen Piala Jenderal Sudirman, Selasa (3/11) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Meski meraih hasil kurang maksimal di turnamen Piala Jenderal Sudirman, namun pemain Sriwijaya FC optimis laskar wong kito akan cepat bangkit dan meraih prestasi kembali di turnamen atau kompetisi yang akan datang.

Apalagi dukungan dari manajer anyar SFC, Nasrun Umar sangat membuat para punggawa tim merasa nyaman membela klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini.

“Saat turnamen PJS, SFC memberikan kenaikan gaji yang jumlahnya di atas klub peserta lain. Itu sudah menunjukkan bagaimana manajemen cukup perhatian dengan nasib para pemain yang sangat menjadi korban dari berhentinya kompetisi pasca pembekuan PSSI,” jelas Asri Akbar, salah satu pemain senior SFC saat dihubungi Kamis (3/12) siang.

Selain itu, saat pelaksanaan fase grup A turnamen PJS, manajemen pun memberikan dukungan tambahan yakni penambahan menu diluar yang sudah disiapkan oleh panitia penyelenggara.

“Menu makan SFC tergolong paling lengkap karena manajemen menambah sendiri ke pihak hotel,” ungkap pemain asal Makassar ini.

Tidak hanya itu, meski gagal lolos ke babak 8 besar, usai pertandingan terakhir melawan Persipasi Bandung Raya (28/11), sang manajer pun secara spontanitas memberikan bonus kepada pemain untuk membelikan oleh-oleh kepada keluarga yang sudah ditinggalkan selama hampir selama 3 minggu di turnamen PJS lalu.

“Sekarang kami tidak sabar untuk segera berlatih kembali dan menebus semua hasil kurang baik di PJS lalu. Semoga saja nanti entah di turnamen atau liga, SFC tidak dirugikan dari sisi jadwal seperti kemarin. Meski tidak mau dicap mencari kambing hitam, namun kewajiban bertanding sebanyak 4 kali dalam 9 hari sangat menguras tenaga dan mental pemain,” tambahnya.

Sementara itu, kelompok suporter SFC Singa Mania berharap manajemen dapat belajar banyak dari keikutsertaan di turnamen PJS.

“Selama ini manajemen terkesan banyak toleransi, seperti saat menerima jadwal dari panpel PJS, memang kami menyadari itu pilihan sulit karena jika memilih bermain di laga awal maka skuad SFC belum siap. Belum lagi banyak pemain yang terlambat bergabung karena masih bermain di turnamen lain,” jelas Ariyadi Eko Neori, ketum Singa Mania saat dimintai komentarnya mengenai masalah ini.

Menurutnya, manajemen secepatnya harus mengevaluasi penampilan SFC yang gagal lolos dari fase grup A di Malang.

“Terlepas dari jadwal yang tidak menguntungkan, namun harus diakui bahwa perekrutan pemain asing SFC sangat buruk. Kemudian juga kekompakan tim sedikit menurun bila dibandingkan Piala Presiden lalu, tanpa mengurangi rasa hormat kepada Beny Dollo, namun tim pelatih juga harus menjelaskan mengenai performa skuad yang tidak maksud lalu. Apakah perlu ada pergantian di jajaran pelatih, itu adalah ranah manajemen dan kami siap mendukung semua keputusan selama untuk kemajuan tim,” bebernya.

Penulis: Haryanto
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved