Bendol Dilepas, Nil Maizar Disebut Menjadi Pengganti

Ini sangat disayangkan. Sebagus apapun kualitas pemain, jika pelatihnya tidak bisa menerapkan strategi. Tidak bisa memecah kebuntuan.

Bendol Dilepas, Nil Maizar Disebut Menjadi Pengganti
TRIBUNSUMSEL.COM/HARYANTO
Pelatih SFC, Benny Dollo (kanan) dan 16 pemain terlihat mengikuti latihan perdana yang digelar di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Selasa (2/12/2014) pagi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Kegagalan Laskar Wong Kito meraih hasil baik dalam turnamen Piala Jenderal Sudirman (PJS), merupakan menjadi mimpi buruk Sriwijaya FC (SFC), mereka yang sebelumnya mampu meraih posisi puncak di turnamen Piala Presiden dengan menjadi runer up, kini langsung terjun bebas.

Untuk itu, SFC akan melakukan evaluasi besar-besaran demi meningkatkan perfoma tim. Bahkan, termasul jajaran pelatih pun akan masuk dalam evaluasi Manajamen SFC kali ini.

Saat ini SFC tengah membidik beberapa pelatih yang bisa menggantikan sosok Head Coach Beny Dollo (Bendol). Pelatih senior yang kaya pengalaman itu, dinilai belum mampu memberikan yang terbaik bagi klub asal Sumsel ini.

Beberapa nama pelatih pun mulai disebut-sebut mampu menahkodai SFC musim depan, seperti Nil Maizar dari Semen Padang, Indra Syafri dari Bali United disebut sebagai pelatih yang sangat layak mengisi ruang yang ditinggal Bendol.

"Semuanya yah kita evaluasi. Bahkan jajaran pelatih pun akan kita evaluasi. Evaluasi penting dilakukan demi kemajuan SFC kedepan," ucap Asisten Manajer (Asmen) SFC Achmad Haris, Rabu (2/12)

Haris menyebut, hampir seluruh lini di kubu SFC akan ada pemain yang kontraknya tidak lagi diperpanjang bersama Laskar Wong Kito.

Dari total 24 pemain yang menghuni skuad SFC Haris menegaskan 30 persen pemain lama bakal didepak dan tidak lagi berseragam kuning kebanggaan SFC.

Sebelumnya, Ketua kelompok suporter Sriwijaya Mania (S-Man), Edy Ismail. Menurutnya, dalam menghadapi laga selanjutnya, SFC perlu merombak tiga hingga empat pemain, yang harus diganti.

Begitupula dengan pelatih, yang menurut Edy harus diganti dengan pelatih yang lebih menyatu dan memberikan strategi yang baik bagi pemain.

"Sekarang kita bukan bicara senior atau junior yah. Saya dari dulu menyoroti kinerja pelatih SFC. Menurut saya, pelatih SFC tidak bisa memberikan startegi yang baik bagi pemain. Alhasil, tim selalu mengalami kekalahan," tutur Edy

Dikatakan Edy, melihat tim SFC kali ini, seperti ada aliran yang putus ditengah. SFC selalu mati saat bola berada ditengah. Tidak ada kreatifitas atau strategi lain yang diterapkan pelatih melihat hal itu.

"Ini sangat disayangkan. Sebagus apapun kualitas pemain, jika pelatihnya tidak bisa menerapkan strategi. Tidak bisa memecah kebuntuan, SFC akan selalu seperti ini, kalah dan kalah," ucapnya. (CANDRA OKTA DELLA)

Editor: Yohanes Iswahyudi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved