TribunSumsel/

Balita Ini Menghembuskan Nafas Terakhirnya Saat Melantunkan Hafalan Surat An-Naba

Sarah dikabarkan mengalami kejang secara mendadak, ketika sedang mengaji dan menyetorkan hapalan Quran di depan ummi dan abahnya.

Balita Ini Menghembuskan Nafas Terakhirnya Saat Melantunkan Hafalan Surat An-Naba
Eberita.org
Mendiang sarah 

TRIBUNSUMSEL.COM - Innalillahi wainna ilaihi raaji’uun, Sarah Haya Nada ‘Ul Matin, balita (3,5 tahun) meninggal dunia saat sedang menyetorkan hapalan surat An-Naba’ kepada kedua orangtuanya,.

Dilansir Eberita.org Sarah dikabarkan mengalami kejang secara mendadak, ketika sedang mengaji dan menyetorkan hapalan Quran di depan ummi dan abahnya.

Badan dan lidahnya membiru disertai muntah busa. Sontak pasangan Agus Jamaluddin dan Bunda Dhimasy segera melarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sarah dirawat selama tiga hari, namun kondisinya tidak kunjung membaik. Menurut analisa dokter, balita nan hafidzah ini mengalami kerusakan selaput otak, pendarahan lambung serta demam yang sangat tinggi.

Kondisi tersebut datang secara tiba-tiba, padahal sebelumnya Sarah adalah balita yang lincah dan ceria. Sebelumnya, ia memang menderita demam biasa dan masih bisa bermain bersama dengan teman-temannya.

Setelah 3 hari, Sarah sempat siuman dan memanggil umminya. Meski ia sakit parah, rupanya Sarah masih melantunkan Qur’an surat An-Naba hingga 12 ayat. Tepat usai membaca ayat 12, Sarah berhenti. Ia menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Allah memanggilnya dalam kondisi sedang menghapal Qur’an. Masya Allah, sakaratul maut yang begitu indah.

Sarah meninggal pada pukul 3.10 WIB, dalam keadaan sedang mengulang hapalan (muraja’ah) Qur’an surat an-Naba. Gerimis bukan, mengetahui anak sekecil itu sudah begitu mencintai Qur’an?

Sungguh balita yang istimewa, sebagaimana kakak-kakanya yang kembar tiga yaitu Abdul Hannan Jamaluddin, Abdul Mannan Jamaluddin, Abdul Ihsan Jamaluddin juga merupakan para hafidz Qur’an.

Sakaratul mautnya yang indah, adalah bukti bahwa Allah begitu mencintai Sarah. Allah tak membiarkannya berlama-lama menanggung rasa sakit itu.

Inilah kebahagiaan tiada tara dari kedua orang tua hafidzah kecil beserta saudara-saudaranya.

Insyaa Allah, Sarah menanti kedua orangtuanya di Jannah, dan kelak para hafidz dan hafidzah ini akan memahkotai mereka sesuai janji Allah.

Maka ikhwah fiillah, tertarikkah kita wafat dalam keadaan menjaga kalamullah? Semoga Allah wafatkan kita Muslimin Mukminin dalam keadaan husnul khatimah seperti Sarah. Baarakallahu fiikum.

Penulis: Muhamad Edward
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help