Bendol: Sejak Awal Pemberitaan Selalu Merendahkan SFC

Bahkan SFC pun pernah harus menggelar latihan dengan masker, namun semua itu tidak menyurutkan semangat pemain.

Bendol: Sejak Awal Pemberitaan Selalu Merendahkan SFC
TRIBUNSUMSEL.COM/HARYANTO
PAKAI MASKER - Penggawa Sriwijaya FC mengenakan masker saat latihan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Selasa (30/9/2015) untuk persiapan Piala Presiden 2015. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sriwijaya FC menatap final Piala Presiden 2015 melawan Persib Bandung dengan penuh optimisme. Sempat diprediksi akan mengalami kesulitan karena tercatat sebagai salah satu klub yang memulai persiapan paling akhir, Laskar Wong Kito akhirnya tetap mampu meraih hasil positif saat tergabung di Grup B bersama tuan rumah Arema Cronus, PSGC Ciamis dan Persela Lamongan.

Meski di partai kedua harus mengalami kekalahan dari Singo Edan dengan skor 1-3, namun di dua partai lain Titus Bonai dkk mencatatkan kemenangan dengan clean sheet sehingga mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen.

Saat hasil drawing babak 8 besar mempertemukan SFC dengan Persebaya United, hasil negatif pun sempat mewarnai skuad asuhan Beny Dollo ini.

Di leg pertama, Minggu (20/9), gol di penghujung pertandingan dai Slamet Nur Cahyo membuat SFC harus mengalami kekalahan kedua dengan skor tipis 0-1. Bahkan SFC pun sempat dianggap hanya dinaungi keberuntungan saat berhasil lolos ke babak semifinal setelah Persebaya United yang sudah berganti nama menjadi Bonek FC melakukan aksi Walk Out (WO) di leg kedua yang dimainkan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (27/9).

Saat itu padahal secara agregat SFC tengah tertinggal 0-2 dari Bajul Ijo setelah Ilham Udin mencetak gol memanfaatkan blunder kiper pengganti Yogi Triana.

Namun keputusan CEO Bonek FC Gede Widiadi yang memerintah para pemainnya untuk mundur setelah tidak puas dengan keputusan wasit Jerry Elly akhirnya mengantarkan SFC meraih 1 tiket ke babak semifinal.

Barulah SFC dianggap menunjukkan kelasnya di babak semifinal saat harus kembali bertemu dengan Arema Cronus. Dalam dua pertandingan yang dimainkan, secara keseluruhan SFC menang dengan agregat 3-2, bahkan di semifinal ini SFC pun harus memainkan 1 partai kandang di stadion Manahan Solo, setelah pihak Mahaka tidak mengeluarkan rekomendasi izin bermain di GSJ karena kendala kabut asap.

Menanggapi catatan tersebut, pelatih SFC Beny Dollo mengatakan pihaknya tidak terbebani dan justru banyaklah masalah yang menghampiri membuat para pemain meningkat motivasinya.

“Bahkan SFC pun pernah harus menggelar latihan dengan masker, namun semua itu tidak menyurutkan semangat pemain. Apalagi mereka juga terbakar motivasinya setelah membaca pemberitaan yang sejak awal selalu merendahkan SFC,” ujar Bendol.

Apalagi di tengah konflik sepakbola nasional yang belum jelas penyelesaiannya, para pemain SFC diakuinya bermain kesetanan karena menganggap setelah turnamen Piala Presiden ini selesai, masa depan mereka pun terancam.

“Dari sisi materi, bisa saja pihak lain menganggap skuad SFC tidak ideal, ada pemain muda dan beberapa yang lain dinilai sudah habis. Tapi bagi saya, kerja keras mereka ditambah motivasi tinggi mampu menutupi semua itu,” tambahnya. (Haryanto)

Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help