Masih Pegang Dollar, Sebaiknya Segera Dijual

"Kita hanya bantu dorong sedikit saja. Jadi memang banyak orang cut loss dollar. Jadi yang pada masih pegang dollar, baik individu maupun korporasi,

Masih Pegang Dollar, Sebaiknya Segera Dijual
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
Seorang pegawai sebuah perusahaan money changer sedang menghitung nilai uang rupiah yang akan ditukar dengan mata uang Dollar di Jalan Basuki Rahmat,Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan, penguatan rupiah yang terjadi hampir sepekan ini dominan disebabkan banyaknya pihak yang melepas dollar AS.

BI mengajak pihak yang masih memegang dollar AS melepaskan mata uang Amerika Serikat (AS) itu sehingga penguatan rupiah terus terjadi.

"Kita hanya bantu dorong sedikit saja. Jadi memang banyak orang cut loss dollar. Jadi yang pada masih pegang dollar, baik individu maupun korporasi, sebaiknya dijual dollarnya!" ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Selama ini, kata dia, banyak orang yang merasa ragu dengan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2016 sebesar 13.900. Mirza mengatakan, hal itu diakibatkan karena tekanan ekonomi saat itu.

Namun, kata dia, seharusnya bila melihat situasi saat ini, pihak-pihak yang meragukan asumsi rupiah itu bisa lebih yakin.

"Saya tegaskan 13.900 itu asumsi dalam APBN 2016," katanya.

Menurut hemat Mirza, kurs rupiah terhadap dollar AS terbilang masih sangat kompetitif untuk mendorong ekspor manufaktur dan pengendalian inflasi. Pasalnya, kenaikan harga dari barang impor akan bertahap.

Catatan Mirza menunjukkan, inflasi sampai dengan akhir tahun mencapai 4,3 persen. Sementara defisit pada akhir tahun ada di angka dua persen. "Ini sangat sehat," katanya.

Menjawab pertanyaan apakah volatilitas rupiah yang tajam tak bermasalah, Mirza menjawab, "Tidak."

Alasannya, saat pelemahan rupiah beberapa waktu lalu, importir juga sudah sangat tertekan. Dengan penguatan rupiah saat ini, tekanan terhadap importir akan berkurang.(Yoga Sukmana)

Tags
Dolar
Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved