Bahu Ditepuk, Melisa Hilang Kesadaran

Saat melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba ada dua orang pelaku yang langsung meminta tolong padanya.

Bahu Ditepuk, Melisa Hilang Kesadaran
TRIBUNSUMSEL.COM/SLAMET TEGUH RAHAYU
Melisa Mayasari ketika melapor ke Polresta Palembang, Senin (21/9/2015) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu


TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Peristiwa penipuan seperti hipnotis kembali menimpa masyarakat di kota Palembang. Kali ini kejadian itu menimpa Melisa Mayasari (25) yang tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di rumah sakit Sungai Lilin. Atas kejadian tersebut membuat Mayasari mengalami kerugian sekitar Rp 1,9 juta.

Datang ke Polresta Palembang dengan keadaan masih linglung. Melisa mengatakan, peristiwa itu dialaminya saat ia tengah menunggu bus di kawasan KM 12, Senin (21/9/2015) pagi.

Melisa yang tercatat sebagai warga Jalan A Yani Lorong Dua Saudara Kelurahan 13 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) II mengatakan, kejadian itu bermula saat ia baru saja pulang bekerja menuju kerumahnya.

Saat melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba ada dua orang pelaku yang langsung meminta tolong padanya.

"Mereka datang dan menyebut namanya Redi Chandra. Kemudian ia menepuk bahu kanan saya," ujarnya saat memberikan keterangan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Menurut Melisa, ketika itu ia mengaku sedikit kehilangan kesadaraannya. Pelaku lalu meminta tolong kepadanya untuk menjualkan kalung emas seberat 3 suku yang dibawanya.

"Katanya dia baru membunuh ayah tirinya. Sehingga membuatnya dikejar-kejar oleh keluarga bapak tirinya tersebut," terangnya.

Melisa menambahkan, karena kasihan iapun akhirnya membeli emas tersebut. Namun, karena uang yang dimiliki hanya Rp 400 ribu, sehingga pelaku mengajak Melisa ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berada di kawasan tersebut.

"Di ATM ia meminta uang sebesar Rp 1,5 juta, dan langsung saya kasih," cetusnya.

Mendapatkan uang, pelakupun buru-buru langsung meninggalkan Melisa. Melisa baru sadar telah menjadi korban penipuan, setelah ia berniat menjual emas itu kepadanya temannya.

"Kata teman saya, emas itu palsu. Disitu saya baru sadar kalau saya sudah ditipu. Saya mungkin cuma salah satu korban, dan berharap laporan ini segera ditindaklanjuti," katanya.

Tags
Hipnotis
Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help