Air Mengering, Warga Terpakasa Pakai Air Keruh

"Semenjak musim kemarau ini kami mandi dengan sampah yang menumpuk, bahkan adanya pembangunan talud untuk menangkal banjir juga menimbulkan kotoran be

Tribunsumsel.com/Siemen Martin
Air mulai mengering di Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Timur II 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Siemen Martin

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Sejumlah warga yang tinggal di Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, tak bisa terlepas dari aliran kali mesat untuk kebutuhan sehari-hari.

Kendati air tidak layak dipakai, hal itu tidak menjadi masalah bagi warga yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidup untuk keperluan mandi, mencuci maupun buang air besar (BAB).

Namun saat ini, warga tengah mengeluhkan kali yang banyak dipenuhi sampah rumah tangga, selain itu batang dan ranting pohon menghiasi aliran kali sehingga tersumbat dan dikhawatirkan menjadi sarang penyakit.

"Semenjak musim kemarau ini kami mandi dengan sampah yang menumpuk, bahkan adanya pembangunan talud untuk menangkal banjir juga menimbulkan kotoran bekas bahan bangunan, ujar Siti Fatimah (60).

Siti yang kesehariannya sebagai tukang sapu jalanan menjelaskan, banyaknya sampah tentu membuat air tak mengalir dan mandep hingga membuat keruh. Apabila terus menerus dibiarkan maka bukan hanya menimbulkan sarang penyakit, tapi dikhawatirkan aliran kali akan meluap dan memasuki rumah warga.

"Kalau air keruh bukan masalah, tapi sampah-sampah dan bekas batang pohon yang saya sayangkan, karena setiap sore banyak warga yang mandi di aliran kali ini," ujar dia.

Bukan tidak ada usaha bagi dia guna mendapatkan pasokan air bersih, bahkan dia telah berulang kali mengajukan kepada pemerintah untuk dipasang saluran PAM namun belum ada realisasi yang berarti.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved