Warga Jemur Kopi di Lokasi Pelebaran Jalan

Bahkan agar alat berat tidak bisa beroperasi warga dengan sengaja menjemur kopi dan padi dilokasi pelebaran jalan.

Warga Jemur Kopi di Lokasi Pelebaran Jalan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
DIHENTIKAN : Tampak sejumlah alat berat yang hanya diparkir dilokasi pelebaran jalan akibat diberhentikan warga. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM -- Diduga akibat belum menerima dana pergantiaan lahan, warga disepanjang jalan lintas Pagaralam-Tanjung Sakti tepatnya di Dusun Pagar Agung menghentikan pengerjaan proyek pelebaran jalan. Hal tersebut dilakukan karena warga geram sampai saat ini belum diberikan kepastian kapan dana ganti rugi diberikan kepada warga.

Bahkan agar alat berat tidak bisa beroperasi warga dengan sengaja menjemur kopi dan padi dilokasi pelebaran jalan. Akibatnya alat berat tidak bisa melakukan pelebaran jalan. Selian itu warga juga yang memerintahkan pihak kontraktoruntuk mengentikan pengerjaan proyek sampai proses ganti rugi selesai.

Pantauan Sripoku.com, Kamis (12/6/2015) dilokasi sejumlah lahan sudah diratakan oleh alat berat. Namun masih ada juga beberapa tanah yang belum diratakan hal tersebut diduga karena pihak pemilil tanah tidak ingin menyerahkan tanah tersebut. Parahnya lagi ada beberapa warga yang belum sama sekali membongkar bangunan mereka meskipun alat berat sudah melakukan pelebaran jalan.

Tidak hanya itu sebagai bentuk protes warga kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot), warga sekitar dengan sengaja menjemur kopi dilokasi pelebaran jalan.

Liman (51) warga setempat mengatakan, warga setempat dengan sengaja menjemur kopi ditanah yang sudah diratakan oleh alat berat. Hal tersebut sebagai bentuk protes kepada Pemkot Pagaralam.

"Kami sengaja menjemur kopi disini pak agar alat berat tidal bisa beroperasi. Karena memang proses ganti rugi lahan kami sampai saat ini belum jelas," ujarnya.

Parahnya meskipun proses pergantiam belum dilakukan namun proses pengerjaan sudah dilakukan. Hal ini juga yang membuat warga geram dan menuntut pemerintah untuk segera menuntaskan proses ganti rugi sesuai dengan aturan yang ada.

"Kami tidak akan mengizinkan proses pembangunan jalan dilanjutkan sebelum lahan kami diganti dengan harga sesuai atau sama dengan harga pasaran tanah ditepi jalan raya," tegasnya. (Wawan Septiawan)

Tags
pagaralam
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help