URBAN CULTURE

Wisata Gua Harimau dan Gua Putri

Para arkeolog heboh dengan penemuan kerangka tulang belulang manusia di Gua Harimau beberapa waktu lalu.

Wisata Gua Harimau dan Gua Putri
TRIBUNSUMSEL.COM/ANDI AGUS TRIYONO
Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) adalah daerah di Sumsel yang menyajikan pariwisata luar biasa. Objek wisata seperti Gua Harimau dan Gua Putri adalah di antaranya. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) adalah daerah di Sumsel yang menyajikan pariwisata luar biasa. Objek wisata seperti Gua Harimau dan Gua Putri adalah di antaranya.

Para arkeolog heboh dengan penemuan kerangka tulang belulang manusia di Gua Harimau beberapa waktu lalu.

Diperkirakan umurnya 15 ribu tahun sebelum masehi (SM). Hingga kini arkeolog masih terus melakukan eskavasi terhadap temuan tersebut untuk mengungkap misteri yang belum terpecahkan.

Tak kalah dengan Gua Harimau, Gua Putri juga menyajikan sesuatu yang berbeda. Panorama bebatuan gua yang indah disertai legenda rakyat yang menyertai tempat itu juga menjadi daya tarik tersendiri.

Selain dua gua tersebut masih banyak gua lain di sepanjang kawasan tersebut. Tak hanya itu pemandangan alam juga menjadi sajian yang patut dilestarikan. Dari sisi sejarah, jelas kawasan itu sangat sarat akan sejarah yang terkandung.

Museum dengan nama Si Pahit Lidah juga telah didirikan. Di sinilah nantinya tempat itu akan menganut konsep rumah peradaban dan pembelajaran. Berbeda dari museum yang selama ini dikenal.

Menurut penggagas rumah peradaban yakni arkeolog nasional, Prof Dr Harry Truman Simanjuntak, konsep rumah itu merupakan tempat dimana semua pihak terlibat. Baik masyarakat, peneliti, maupun pemerintah bercampur tangan untuk mewujudkan konsep yang demikian.

"Ini bukan hanya sebagai tempat benda sejarah saja, tapi lebih daripada itu. Di sini akan terintegrasi dan bersineri satu sama lain. Masyarakat bisa belajar kebudayaan, tempat penelitian, ada laboratorium, dan dari sini akan terhubung dengan tempat lainnya," katanya usai melakukan eskavasi beberapa waktu lalu.

Hal sama juga diungkapkan Kepala Pusat Arkeologi Nasional, I Made Geria, ia jika konsep rumah peradaban akan sangat bermanfaat bagi semuanya. Tentunya juga, semua harus terlibat mulai dari pemerintah, peneliti hingga masyarakat.

"Kalau konsep ini jadi, sebuah persentasi yang nanti bisa dikembangkan di daerah-daerah lain," katanya.

Halaman
12
Penulis: Andi Agus Triyono
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help