URBAN CULTURE

Bangsa Kolonial Suka Rumah Rakit

Dalam penelitiannya, Farida R Wargadalem pernah menemukan terdapat bagian-bagian dalam rumah rakit yang ditinggali orang Cina.

Bangsa Kolonial Suka Rumah Rakit
TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI
RUMAH RAKIT - Sebuah rumah rakit yang terletak di pinggiran Sungai Musi kawasan 7 Ulu Palembang, Sabtu (9/5/2015). Rumah rakit ini merupakan rumah yang terletak di pinggiran sungai musi yang ada di kota Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sungai Musi memiliki peranan penting dalam sejarah bumi Sriwijaya. Pada masa dulu hingga sekarang sungai yang membelah kota Palembang itu masih menjadi urat nadi kehidupan masyarakatnya.

Terbentang panjang di bibir sungai Musi, rumah rakit juga bertaburan memenuhi pinggiran Musi. Rumah terapung itu juga sudah ada sejak lama. Rumah rakit memiliki sejarah yang tak terlepas dari peradaban masyarakat Palembang.

Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Sumsel, Farida R Wargadalem mengatakan merujuk data sejarah rumah rakit mulanya pada masa kesultanan Palembang.

Dalam masa kesultanan itu warga Cina yang berdatangan ke Palembang diharuskan tinggal di perairan. Kemudian membuat rumah rakit dari kapal-kapal mereka sebagai tempat tinggal.

"Pada waktu itu orang Cina yang datang kan berdagang. Jadi ya gak masalah tinggal di rumah rakit. Apalagi sungai menjadi urat nadi transportasi," katanya.

Budayawan Palembang, Erwan Suryanegara juga menyebutkan rumah rakit berawal pada masa kesultanan. Orang Cina yang datang banyak ketimbang orang dari bangsa lain seperti India dan lainnya.

Mereka pada umumnya berdagang. Sementara Sungai Musi adalah transportasi utama. Aturan dari kesultanan Palembang yang menyatakan orang Cina harus tinggal di sungai, tidak merugikan.

"Pada umumnya mereka berdagang. Jadi kalau dari sisi ekonomi, itu tidak merugikan. Apalagi pada masa kesultanan hingga sekarang pun sungai Musi kan transportasi Utama," katanya.

Farida melanjutkan, rumah rakit juga kemudian berkembang tidak hanya orang Cina mula-mula saja yang bertempat tinggal. Warga pribumi juga menetap membuat rumah rakit. Bahkan bangsa kolonial juga suka tinggal di rumah tersebut.

Sungai Musi urat nadi transportasi. Dalam perkembangannya, pribumi dari uluan menjual hasil bumi ke Palembang melalui jalur sungai. Mereka membawa hasil bumi tersebut dengan rakit.

Halaman
12
Penulis: Andi Agus Triyono
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help