Jadi Korban Hipnotis, Emas 50 Suku Flores Ditukar Dengan Mie Instan

Seorang pelaku perempuan tersebut, menepuk bahu belakang korban. Korban mendadak kehilangan kesadaran normal dan menuruti semua keinginan ke empat

Jadi Korban Hipnotis, Emas 50 Suku Flores Ditukar Dengan Mie Instan
TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYA
Korban hipnotis saat melapor ke SPKT Polres OKU. Korban mengalami kerugian 50 suku emas dan sejumlah uang tunai. Jika ditaksir kerugian mencapai Rp 200 juta. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA - Flores (58) warga Jalan Lintas Sumatera, Batu Kuning Kelurahan Batu Kuning Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terlihat lemas saat mendatangi SPKT Polres OKU, Senin (27/4).

Ia mengaku baru saja menjadi korban hipnotis, yang menyebabkan ia kehilangan perhiasan emas sebanyak 50 suku dan uang Rp 700 ribu.

Di hadapan petugas yang memeriksanya, korban mengatakan, kejadian bermula di pasar atas baturaja, Minggu (26/4) sekitar pukul 08:00 WIB.

Ketika itu, dirinya bertemu dua laki-laki dan dua perempuan, ketiganya mengaku dari Malaysia.

Seorang pelaku perempuan tersebut, menepuk bahu belakang korban. Korban mendadak kehilangan kesadaran normal dan menuruti semua keinginan ke empat pelaku.

Setelah itu pelaku mengatakan jika anak laki-laki korban akan mendapatkan musibah.

Pelaku meminta beras, perhiasan dan seluruh uang milik korban jika korban tidak ingin anaknya mengalami musibah.

"Katanya kalau saya tidak memenuhi permintaan itu anak saya akan kena musibah penyakit," katanya.

Mendengar hal itu, korban menuruti semua syarat yang diminta.

Setelah disiapkan, keempat pelaku tersebut lantas memberikan bungkusan kantong plastik berwarna hitam yang berisi bungkusan koran.

Di dalamnya ada miniman botol mineral dan makanan ringan.

"Kemudian ada empat bungkus mie instan. Awalnya saya tidak mengetahui apa isi bungkusan tersebut, karena pelaku melarang saya membuka bungkusan sebelum tiga hari. Tapi karena saya penasaran akhirnya saya bukalah bungkusan tersebut," ceritanya.

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help