TribunSumsel/

Mengerikan, Bocah Ini Menelan Seekor Lintah dan Tersangkut di Tenggorokan

Untungnya tidak ada infeksi yang terjadi sehingga sekarang ia sudah lebih baik, kalau saja orangtuanya tidak cepat membawanya ke rumah sakit.

Mengerikan, Bocah Ini Menelan Seekor Lintah dan Tersangkut di Tenggorokan
CEN
Seekor lintah ditemukan bersarang di tubuh seorang bocah di Tiongkok 

TRIBUNSUMSEL.COM - Sejumlah dokter di hospital Xiaobo, Tiongkok dikejutkan dengan penemuan seekor lintah yang masih hidup dalam tubuh seorang bocah, Senin (6/4/2015).

Dilansir Mirror, Xiabo Chien (11) diyakini telah menelan seekor lintah saat meminum air di sebuah kolam pinggir jalan. Akibatnya Xiabo mengalami pusing kepala, sakit tenggorkan, muntah-muntah, bahkan sempat kehilangan kesadaran.

BACA JUGA: Selingkuh dengan Suami Orang, Wanita Ini Ditelanjangi di Keramaian

Menurut keterangan dari ibu Xiabo, Xiang Tung, pertama kali melihat kondisi anaknya, dia pikir hanya sekedar sakit flu, sehingga ia pusing dan sakit tenggorokan.

"Dia sering mengeluh sakit kepala dan tenggorokan, kami pikir mungkin sekedar flu atau demam, dia juga tidak cerita kalau telah minum air kolam dan tak pernah mengira kalau ia telah minum air yang ada lintahnya, kami sudah berikan obat tetapi tidak kunjung seumbuh".

Setelah keadaan Xiabo semakin memburuk, ia langsung dilarikan ke rumah sakit Xiaobo dan tim medis melakuan sinar x, dan betapa terkejutnya mereka, ternyata ada sebuah objek bergerak-gerak di saluran pernapasannya.

"Setelah diteliti ternyata, bocah tersebut telah menelan seekor lintah, nyangkut di bagian saluran pernapasan, dan masih hidup," kata juru bicara rumah sakit.

"Setelah kami keluarkan, lintahnya lumayan besar berukuran 7 cm, hal itu menyebabkan saluran pernapasannya terganggu dan menyebabkan Xiabo kehilangan kesadaran, untungnya tidak ada infeksi yang terjadi sehingga sekarang ia sudah lebih baik, kalau saja orangtuanya tidak cepat membawanya ke rumah sakit ia bisa terbunuh," jelasnya.

Sementara itu, air yang diminum Xiabo adalah air yang biasa digunakan petani untuk menyiram padi di kota Huidong, sebelah selatan provinsi Sichuan.

Saat diwawancarai di rumah sakit, Xiabo mengaku menyesal telah meminum air kolam, "Aku tidak akan lagi minum air kolam manapun," pungkasnya.

Penulis: Muhamad Edward
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help