Benalu Teh Pagaralam Bisa Bunuh Kanker

Panjat 30-40 Batang Pohon Belum Tentu Dapat Benalu Teh

Kebun teh peninggalan Belanda yang berada di hutan lindung Gunung Dempo Pagaralam ternyata menyimpan obat mujarab.

Panjat 30-40 Batang Pohon Belum Tentu Dapat Benalu Teh
TRIBUNSUMSEL.COM/ANDI AGUS TRIYONO
Suryanto memanjat pohon teh yang ditumbuhi benalu di hutan kaki gunung Dempo, Pagaralam. Dalam sehari, Suryanto memanjat hingga puluhan pohon teh.

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Kebun teh peninggalan Belanda yang berada di hutan lindung Gunung Dempo Pagaralam ternyata menyimpan obat mujarab. Obat ini mampu membunuh kanker bahkan virus HIV/AIDS. Tanaman langka itu adalah benalu yang biasa tumbuh di bagian ranting pohon teh. Harganya pun murah, hanya Rp 20 ribuan.

Pantauan Tribun Sumsel di kebun teh peninggalan Belanda ini, semua pohon teh telah bercampur dengan tanaman-tanaman liar. Cukup sulit membedakan antara pohon teh dan pohon lainnya.

Suryanto sangat cekatan dalam mencari benalu teh. Pohon teh yang tinggi tersebut satu-persatu ia panjat hanya dengan peralatan seadanya. Benalu teh paling banyak berada di ranting-ranting pohon. Mata Suryanto harus teliti memperhatikan ranting-ranting tersebut.

"Kalau tidak ada benalunya, ya turun lagi. Cari batang lain dan dipanjat lagi," jelasnya.

Diakui Suryanto, dalam setiap kali melakukan pencarian benalu ia harus memanjat 30-40 batang. Tidak ada jaminan benalu teh akan didapat.

"Jika tidak ada benalu didapat, pulang bawa kayu bakar," ujarnya.

Benalu yang didapat terkadang juga hanya sedikit. Beberapa rumpun saja. Pekerjaan ini ia ulangi terus setiap harinya. Dalam satu bulan ia bisa memproduksi benalu teh kering hingga mencapai puluhan kilogram.

Satu gram benalu teh yang telah ia kemas kedalam kotak plastik dihargai Rp 20.000. Satu gram benalu teh ini bisa dijadikan air seduhan sebanyak enam gelas. Suryanto sendiri mengaku telah mencari benalu teh sejak tahun 1979. Saat itu ia belum banyak mengetahui manfaat benalu teh itu.

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang melakukan penelitian di Gunung Dempo memberi tahu Suryanto bahwa benalu teh mempunyai banyak khasiat.

"Tahun 2011 ada ekspedisi Bukit Barisan Kopassus. Benalu teh diuji di laboratorium dan ternyata ia juga mengatakan bahwa benalu teh bisa mengobati kanker," tambahnya.

Penulis: Tribun Sumsel
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved