Benalu Teh Pagaralam Bisa Bunuh Kanker

Hanya Rp 20 ribu, Benalu Teh Pagaralam Ternyata Bisa Bunuh Kanker

Kebun teh peninggalan Belanda yang berada di hutan lindung Gunung Dempo Pagaralam ternyata menyimpan obat mujarab.

Hanya Rp 20 ribu, Benalu Teh Pagaralam Ternyata Bisa Bunuh Kanker
TRIBUNSUMSEL.COM/ANDI AGUS TRIYONO
Benalu kering teh Pagaralam 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Kebun teh peninggalan Belanda yang berada di hutan lindung Gunung Dempo Pagaralam ternyata menyimpan obat mujarab. Obat ini mampu membunuh kanker bahkan virus HIV/AIDS. Tanaman langka itu adalah benalu yang biasa tumbuh di bagian ranting pohon teh. Harganya pun murah, hanya Rp 20 ribuan.

Di tengah hutan tersebut tumbuh ratusan pohon teh yang umurnya mencapai 30-an tahun. Pohon-pohon setinggi 30 meter tersebut banyak ditumbuhi benalu. Kini benalu yang tumbuh di pohon teh tersebut mulai diburu orang.

Tumbuhan parasit yang hidup dan tumbuh pada batang pohon teh ini diketahui memiliki enzim yang mampu membunuh sel kanker di dalam tubuh manusia.

Manfaat benalu teh ini telah dirasakan oleh Kasdin, warga Bengkulu, saat ada anggota keluarganya yang terkena kanker payudara. Selama 3 bulan rutin meminum air seduhan benalu teh, kanker payudara yang seharusnya dioperasi tersebut sembuh total.

Di Sumsel sendiri benalu teh asli hanya bisa didapatkan di Desa Mekarjaya, Kelurahan Gunung Dempo, Kecamatan Pagaralam Selatan. Desa yang berada di ketinggian 1.545 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Kepada Tribun Sumsel, Suryanto, pencari benalu teh, menunjukkan lokasi pohon teh yang banyak ditumbuhi oleh benalu. Lokasinya berada jauh ke tengah hutan area Gunung Dempo. Kawasan ini dahulunya merupakan kebun teh peninggalan Belanda. Karena lokasinya masuk dalam kawasan hutan lindung sehingga kebun teh tersebut dilarang untuk berproduksi.

Alhasil tanaman teh yang telah ada sejak tahun 1929 tersebut kini tumbuh liar dan batangnya telah mencapai 20-30 meter dengan diameter pohon mencapai 60 centimeter.

"Benalu teh hanya ditemui di pohon teh yang telah berusia puluhan tahun," ujarnya beberapa waktu lalu.

Untuk mencapai lokasi pohon-pohon teh tersebut Tribun Sumsel harus berjalan kaki hingga 1,5 jam. Medan yang dilalui cukup terjal. Menanjak dan dipenuhi tumbuhan berduri. Di beberapa lokasi pohon teh bahkan berada tepat di mulut jurang yang kedalamannya hingga 65 meter.

"Jadi setiap mencari benalu harus melewati rute ini. Sudah biasa jadi tidak takut lagi," terangnya.

Penulis: Tribun Sumsel
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved