TribunSumsel/

37 Titik Rawan Banjir di Palembang

Derasnya air hujan yang turun seperti tidak ada tempat larinya air mengalir, mungkin drainasenya buntu.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Memasuki musim hujan, warga Palembang dihantui "serangan" banjir. Sedikit saja turun hujan, warga yang rumahnya langganan banjir, sudah was-was dan bersiap membentengi rumah dengan apa saja yang bisa menghalangi air masuk ke rumah.

Tak kurang dari 37 titik kawasan di wilayah Palembang rawan banjir. Daerah-daerah ini antara lain, jalan-jalan umum berada di 11 lokasi yakni Jalan Jenderal Sudirman depan Hotel Sintera, Jalan Basuki Rahmat Simpang Polda, Jalan R Sukamto depan RM Pindang Meranjat, Jalan Demang Lebar Daun antara Jalan Angkatan 45-RS Siti Khodijah dan Sepanjang Jalan Lindungan, Jalan R Suprapto Depan Unsri, Jalan Yos Sudarso depan SPBU, Jalan RE Martadinata Depan Kantor Lurah 2 Ilir.

Di wilayah Seberang Ulu di Jakabaring, Jalan A Yani Naga Swidak, sepanjang 16 Ulu, Jl Sentosa dan antara Jembatan Sungai Gerong ke Jembatan Kedukan. Di Kenten, sepanjang Jalan May Ruslan dan Pentolan Bambang Utoyo dan di Sekolah Adawiyah. Kemudian di Jalan Veteran depan Dealer Mitsubishi, serta di Jalan Kol H Burlian antara Jalan Kasnariansyah.

Seperti yang terjadi Minggu pekan lalu, hujan deras semalaman membuat sejumlah pemukiman tergenang."Nah kan, baru berapa jam hujan sudah banjir. Ini tidak akan terjadi kalau selokan lancar," kata Yunus, warga Sekip. Juga Sabtu malam (19/10), hujan terjadi meski tidak deras dan hanya sebentar.

Khusus di kampung-kampung dan pemukiman yang langganan banjir, banjir lebih disebabkan karena luapan air tak segera bisa mengalir ke pembuangan seperti anak sungai atau kolam retensi atau daerah resapan lainnya. Hal ini selain karena drainase yang buruk (kecil dan seadanya). Persoalan selokan ini memang terlihat sepele. Tapi ketika melihat lebih dalam, miris memang. Selokan penuh sampah, bikin aliran pembuangan tersumbat. Bisa dibayangkan bila selokan seadanya, tersumbat sampah pula, maka banjir akan menyerang.

Supriati (34) yang tinggal persis di pinggir dam Sekip. Menurutnya sekarang tanah resapan air sudah sangat kurang seiring pesatnya pembangunan bangunan-bangunan baru. Ditambahkannya kalau banjir dipinggiran sungai bendung dapat meluap hingga sepinggang, dan airnya juga lama surut karena banyak saluran air warga yang mampet dipenuhi sampah.

"Apalagi rumah cak kami yang idak nimbun, cepat nian air masuk ke rumah. Sungai musi kita itu sudah dangkal dek, jadi air hujan tidak lancar mengalir ke muara sungai, malah arus dari sungai Musi bisa masuk ke bendungan ini kalo hujannya besak," keluh Supriati.

Seorang warga Perum Amin Mulya Jakabaring Rohayah (47) mengaku kalau jalanan depan rumahnya sudah beberapa kali ditinggikan, namun tetap saja bila hujan turun satu jam saja, air sudah menggenangi lorong-lorong hingga sebatas lutut orang dewasa, bahkan beberapa rumah terendam air.

"Derasnya air hujan yang turun seperti tidak ada tempat larinya air mengalir, mungkin drainasenya buntu, "Jangankan hujan deras, hujan sejam saja sudah banjir. Paling kalau ada rezeki kita meninggikan lantai di rumah, atau membuat rumah jadi dua lantai. kalau banjir datang lagi perabotan bisa di angkut ke atas,” katanya.

Tunggu Dana

Darma Budhy Kadis PUBM dan PSDA Palembang mengakui sampai saat ini Palembang belum bebas titik genangan air dan banjir saat musim hujan dan air pasang sungai. Meski menurutnya sudah ada penurunan wilayah rawan banjir, dari 49 titik menjadi hanya 37 titik saja atau berkruang 12 titik. Titik genangan air ini bakal terus dikurangi dan dihilangkan sepenuhnya dengan berbagai upaya mulai dari normalisasi sungai, saluran pembuangan air (got), pompanisasi, dan upaya lainnya.

" Kita tengah menunggu kucuran dari dari Pemprov Rp 50 miliar untuk mengatasi masalah banjir ini ," ujarnya, Jumat (18/10).

Ditargetkan dana bantuan pengentasan banjir ini diharapakan selesai dan bisa dicairkan dalam APBD Perubahan Pemprov 2013 sehingga semakin cepat proyek pengetasan banjir dilakukan.

"Mudah-mudahan ABT Pemprov cepat selesai dan dananya segera cair untuk segera direalisasikan," pungkas Darma Budhy.(tnf/mg5)

Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help