• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Sumsel
Home »

Senin, Lanjutan Sidang Pilkada Sumsel di MK

Selasa, 24 September 2013 13:31 WIB

TRIBUNSUMSEL, PALEMBANG,-- Mahkamah Konstitusi (MK) akan kembali menggelar sidang lanjutan sengketa Pilkada Sumsel yang dimohonkan pasangan calon gubernur dan wakil gubenur, Herman Deru-Maphilinda Boer (DerMa) dan Eddy Santana Putra-Anisja Djuita Supriyanto alias Wiwiet Tatung (ESP-WIN) pada Senin (30/9/2013). Berdasarkan jadwal yang dirilis MK, Senin (23/9/2013).

Sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan laporan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, KPU Provinsi Sumsel, Bawaslu RI, dan Bawaslu Sumsel (VI) dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Palembang, Prabumulih, OKU, OKUT dan Kecamatan Warkuk Ranau Selatan OKU Selatan, pada 4 September yang lalu. Pemeriksaan termohon dilaksanakan pada Senin (30/9/2013) pukul 11.00 WIB.

Permohonan sengketa Pilkada Sumsel ini,
79/PHPU.D-XI/2013 yang dilakukan kuasa hukum Suparman Roman (DerMa) dan 80/PHPU.D-XI/2013 oleh kuasa hukum Munawarman, dengan telah beberapa kali dilakukan sidang sehingga dalam putusan sela MK memerintahkan PSU.

Salah satu kuasa hukum ESP-WIN, Nasori Doa'k Ahmad membenarkan akan laanjutan sidang di MK tersebut.

"Benar tanggal 30 September nanti akan sidang lanjutan di MK, dengan agenda laporan hasil PSU 4 September yang lalu,"kata Nasori saat dihubungi Tribunsumsel, Selasa (24/9/2013).

Menurut Nasori, ada beberapa materi yang akan mereka sampaikan dalam sidang tersebut, dimana KPU Sumsel dinilai tidak menjalankan amar keputusan MK

"Kita lihat KPU Sumsel tidak menjalankan amar keputusan MK sebelumnya, dimana dalam amar keputusannya untuk melaporkan hasil PSU, tetapi KPU Sumsel merekap keseluruhan perolehan suara di 15 Kabupaten/kota dan kita akan melakukan keberatan. Sementara rekap suara di Kecamatan Warkuk Ranau Selatan OKU Selatan juga di gabung dengan OKU selatan. Dan itu menyalahi aturan, padahal hanya melaporkan hasil PSU saja,"ujarnya.

Nasori juga mengatakan pihaknya akan menyampaikan novum atau bukti baru nantinya di persidangan, agar Pilkada Sumsel dilakukan pemilihan ulang.

"Tuntutan kita sejak awal adalah Pilkada ulang di Kabupaten/kota di Sumsel, kecuali yang melaksanakan PSU,"tandasnya.

Dalam Pilkada Sumsel sendiri diikuti empat pasangan calon, yaitu Eddy Santana Putra-Wiwiet Tatung (nomor urut 1), Iskandar Hasan-Hafisz Tohir (nomor urut 2), Herman Deru-Maphilinda Boer (nomor urut 3) dan pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki (nomor urut 4).

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Prawira Maulana
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas