Senin, 30 Maret 2015

Warga Empat Lawang Dihebohkan Video Mesum Pelajar

Minggu, 22 September 2013 19:43 WIB

TRIBUNSUMSEL.COM, TEBINGTINGGI - Dunia pendidikan di Kabupaten Empatlawang benar-benar tercoreng ulah guru dan murid yang merekam adegan mesra mereka di sungai. Rekaman yang menyebar setelah diunggah ke jejaring youtube dan menyebar dari handphone kini menghebohkan masyarakat dan sekolah tempat guru tersebut bertugas.

Informasi yang dihimpun Sripo, Minggu (22/9) menyebutkan, rekaman guru honorer salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kabupaten Empatlawang dengan dua teman pemuda lainnya yang terlibat asmara dengan muridnya diunggah ke Youtube oleh dirinya sendiri. Rekaman berdurasi 08.16 detik tersebut juga menyebar dari handphone ke handphone via bluetooth dan perangkat lainnya.

Dalam rekaman video yang diduga direkam di sungai salah satu lokasi wisata di Kecamatan Tebingtinggi yang dikenal dengan nama Muare ini menampilkan guru honorer mata pelajaran otomatif berinisial HS dan dua teman prianya berinisial H dan Y sedang bermesraan dengan tiga siswanya berinisial Di, Se dan Re beserta dua siswi lainnya yang masih duduk di SMP berinisial In dan Rt.

Dalam keadaan basah kuyub di atas sungai yang memang jernih dan bermuara ke Sungai Musi ini, delapan orang ini tampak bermesraan, berpelukan dan berciuman tanpa rasa malu saat direkam oleh temannya sendiri, bahkan tampak dua wanita berciuman ala lesbian. Berulang-ulang kali sang perekam video menyebut pasangan tersebut untuk beradegan layaknya sutradara film.

Rekaman video ini lalu menyebar di lingkungan sekolah kejuruan tersebut sehingga menghebohkan siswa dan guru di sekolah tersebut. Karena diunggah ke youtube yang diduga dilakukan oleh guru itu sendiri saat berada di sekolah dengan menggunakan fasilitas serta wifi sekolah yang baru dipasang tersebut sehingga dengan cepat menyebar ke tengah masyarakat.

Adegan seronok ini pun mendapat sorotan dan pukulan keras dari masyarakat. Karena apa yang dilakukan tidak menunjukan seorang berpendidikan, apalagi dilakukan oleh kalangan pendidik itu sendiri. Hal ini dinilai sangat mencoreng dunia pendidikan, terutama di wilayah Kabupaten Empatlawang.

"Seorang guru semestinya memberikan contoh dan tauladan bagi siswanya, sebaliknya siswa mesti mencontoh hal yang baik dan konsentrasi menuntut ilmu pendidikan. Bukan sebaliknya, seperti ini adalah tindakan yang tak senonoh," kesal Mulkat, salah seorang warga Tebingtinggi.

Halaman123
Editor: Yohanes Iswahyudi
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas