Seluruh Siswi di Prabumulih Akan Dilakukan Tes Keperawanan

“Tes perawan terhadap para siswi akan kita wacanakan dan masukkan ke dalam pengajuan APBD 2014, ini wacana kedepan dan kita akan berusaha”

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Menindaklanjuti banyaknya kasus yang terjadi terhadap pelajar khususnya para siswi, baik melakukan mesum maupun diduga melakukan praktek postitusi. Membuat Dinas Pendidikan kota Prabumulih pada tahun mendatang berencana melakukan tes perawan terhadap seluruh siswi SMA sederajat di kota Prabumulih.

“Tes perawan terhadap para siswi akan kita wacanakan dan masukkan ke dalam pengajuan APBD 2014, ini wacana kedepan dan kita akan berusaha,” tegas Kepala Dinas Pendidikan kota Prabumulih, HM Rasyid ketika dibincangi beberapa waktu lalu.

Menurut Rasyid, untuk melakukan tes keperawanan terhadap seluruh siswi di kota Prabumulih tersebut tidak bisa hanya dilakukan setengah-setengah, apalagi hhanya untuk tes fsikologi per orang harus mengeluarkan dana Rp 75 ribu dan itu belum seluruhnya selesai. Untuk itu pihaknya akan menganggarkan dan merencanakan permasalahan tersebut, sehingga nantinya para siswi akan takut atau berpikir jika akan melakukan hal-hal negative.

“Jika memang memungkinkan nanti akan kita lakukan, karena untuk tes fsikologi saja butuh Rp 75 ribu per satu orang, sementara seluruh peserta akan mengikuti, nah masalah dana itu akan kita pikirkan dahulu,” jelasnya.

Rasiyid mengungkapkan, untuk mengambil dana yang ada saat ini tidak bisa dilakukan disebabkan telah memiliki pos masing-masing, selain itu telah ditentukan untuk kegiatan prioritas dan paling prioritas.

“Jika memang itu nanti berjalan akan dilakukan setiap tahun, kita sama-sama berharap lah semoga bisa,” ungkapnya.

Rasyid menambahkan, selain permasalahan tes keperawanan terkendala dana juga menyangkut permasalahan Hak Azazi Manusia (HAM) para siswi, pihaknya mengaku masih ragu untuk melakukan wacana tersebut namun tetap akan mengupayakan hal itu.

“Itu hak azasi person siswi dan wali murid, kita juga iba makanya ini masih kontradiksi, disisi lain kita mengharapkan seluruh siswi bersih namun disisi lain itu hak azasi mereka, merekapun mungkin tidak ingin itu. Tapi akan kita wacanakan di tahun mendatang,” tambahnya.

Terpisah, Anita (43) atu diantara warga Praumulih Timur ketika dibincangi mengungkapkan, jika wacana tes keperawanan akan dilakukan untuk mengurangi atau membuat para siswi tidak melakukan asusila atau hal lainnya, itu dinilai salah disebabkan masih banyak cara lain yang efektif.

“Karena tentu membuat siswi dan para orang tua akan tersinggung, saya kira wacana tersebut belum layak, mungkin masih banyak cara lain,” tegasnya.

Sementara, Ketua Komisi I DPRD kota Prabumulih, Hartono Hamid SH ketika dimintai tanggapan mengenai wacana tes perawan tersebut mengatakan, hendaknya rencana tersebut betul-betul dipelajari secara khusus.

“Bisa jadi siswi tidak perawan disebabkan factor lain, seperti pernah diperkosa, olahraga berat atau ada kasus lain sehingga menyebabkan si siswi tidak lagi perawan. Jadi saya pikir sebaiknya ditinjau ulang mengenai wacana tersebut, jangan sampai nanti menimbulkan masalah baru lagi,” ujar hartono.

Penulis: Edison
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved