• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Sumsel

Warga Kalidoni Heboh Anak-Anak Bakal Dimutilasi

Selasa, 28 Mei 2013 05:38 WIB
Warga Kalidoni Heboh Anak-Anak Bakal Dimutilasi
net
Ilustrasi pembunuhan
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Warga Kelurahan Sungai Lais, Kecamatan Kalidoni merasakan suasana mencekam pasca percobaan pembunuhan yang dilakukan FD (38) terhadap tetangganya Muslim (7), Jumat (24/5/2013), sekitar pukul 14.00.

Isu beredar di sana, pelaku yang pernah dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ) hendak mempraktekkan ilmu sesat. Sebelumnya, tersiar isu adanya korban mutilasi.

Anak-anak berusia di bawah 10 tahun sejak dua hari ini dijaga ketat oleh orangtua mereka. Lorong-lorong yang biasanya ramai dengan keceriaan anak-anak tak terlihat lagi.

"Biasanya jalan-jalan di sini ramai oleh anak-anak. Sekarang anak-anak yang biasanya main dipaksa tidur siang. Cucu saya dipakaikan gelang sebagai penangkal dari kejahatan," ujar Yusuf Kadir kepada Tribun Sumsel, Senin (27/5), siang.

Warga sekitar sana sempat tak percaya ketika mendengar FD adalah pelakunya. Pasalnya, FD dikenal warga sebagai pria alim. Sering memimpin doa dan menjadi pembawa acara setiap hajatan, imam di masjid dan ikut pengajian.

"Semalam kami mengajak warga dan ustadz-ustadz untuk mengusir jin di rumah itu. Ada enam mahluk halus disana. Pemimpin mahluk itu mengaku berasal dari Gunung Kawi dan minta tumbal dua anak kecil setiap bulan," jelasnya.

Sehari sebelumnya, Yusuf menemui juru kunci Makam Ki Merogan di Kertapati. Ia berharap, mahluk halus yang menganggu kampungnya segera berlari.

Muslim yang menderita enam luka tusukan pisau masih mendapat perawatan itensif di PICU Rumah Sakit Moehamad Husein (RSMH) Palembang. Kedua orangtuanya belum berhasil dijumpai.

Menurut Rohim, paman Muslim, keponakannya itu masih sekolah kelas 1 SD. Peristiwa itu terjadi usai salat Jumat di rumah pelaku.

"Alim (sapaan Muslim-red) sedang main dengan kawannya di dekat rumah. Tiba-tiba datang pelaku, lalu mengajak ke rumahnya," jelasnya.

Rumah pelaku berjarak sekitar 150 meter dari rumah korban. Selama ini, pelaku tinggal berdua dengan ibunya. Sedangkan saudaranya yang lain tinggal di rumah sebelah.

Saat hendak ditangkap, FD yang masih bujangan lari melalui jendela. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung heboh. Keponakannya kemudian dibawa ke RSMH Palembang.

"Kabarnya FD itu dipergoki Ibunya. Sadar aksinya diketahui, FD langsung loncat jendela," katanya.

Siti Khadijah, ibu FD ditemui kemarin mengaku pasrah dan ikhlas terhadap semua perkataan tetangganya.

Sebenarnya, ibu dari lima anak ini telah melihat hal aneh pada FD. Anak sulungnya itu selalu murung dan melamun sendirian.

Diceritakannya, FD sewaktu SMP mondok di pesantren yang ada di 13 Ulu selama 3 tahun. Selama di sana, anaknya pernah menyabet juara dua dan tiga di kelas.

"Anak saya itu sejak usia 2 tahun telah mengidap sakit ginjal. Selama di ponpes tak ada kendala, namun waktu SMA mulai kumat. Bahkan pada awal 2012, pernah di rawat di RSJ di Tanggerang," katanya.

FD diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan sekitar setahun di sana. Namun, ia tetap harus melakukan control rutin di RSJ. Kenyataannya, FD selalu menolak setiap diajak kontrol. Alasannya, ia sehat-sehat saja.

Kapolsek Kalidoni, AKP Tri S yang dihubungi semalam mengatakan, pelaku telah ditangkap di Tanggerang. Semalam dalam perjalanan pulang ke Palembang.

"Tiba di Palembang, pelaku akan diperiksa kesehatannya. Apakah benar mengalami gangguan jiwa atau tidak," ungkap Kapolsek singkat.
Penulis: Wawan Perdana
Editor: Yohanes Iswahyudi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
114624 articles 72 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas