Warga Kalidoni Heboh Anak-Anak Bakal Dimutilasi

Isu beredar di sana, pelaku yang pernah dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ) hendak mempraktekkan ilmu sesat.

Warga Kalidoni Heboh Anak-Anak Bakal Dimutilasi
net
Ilustrasi pembunuhan

Isu beredar di sana, pelaku yang pernah dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ) hendak mempraktekkan ilmu sesat. Sebelumnya, tersiar isu adanya korban mutilasi.

Anak-anak berusia di bawah 10 tahun sejak dua hari ini dijaga ketat oleh orangtua mereka. Lorong-lorong yang biasanya ramai dengan keceriaan anak-anak tak terlihat lagi.

"Biasanya jalan-jalan di sini ramai oleh anak-anak. Sekarang anak-anak yang biasanya main dipaksa tidur siang. Cucu saya dipakaikan gelang sebagai penangkal dari kejahatan," ujar Yusuf Kadir kepada Tribun Sumsel, Senin (27/5), siang.

Warga sekitar sana sempat tak percaya ketika mendengar FD adalah pelakunya. Pasalnya, FD dikenal warga sebagai pria alim. Sering memimpin doa dan menjadi pembawa acara setiap hajatan, imam di masjid dan ikut pengajian.

"Semalam kami mengajak warga dan ustadz-ustadz untuk mengusir jin di rumah itu. Ada enam mahluk halus disana. Pemimpin mahluk itu mengaku berasal dari Gunung Kawi dan minta tumbal dua anak kecil setiap bulan," jelasnya.

Sehari sebelumnya, Yusuf menemui juru kunci Makam Ki Merogan di Kertapati. Ia berharap, mahluk halus yang menganggu kampungnya segera berlari.

Muslim yang menderita enam luka tusukan pisau masih mendapat perawatan itensif di PICU Rumah Sakit Moehamad Husein (RSMH) Palembang. Kedua orangtuanya belum berhasil dijumpai.

Menurut Rohim, paman Muslim, keponakannya itu masih sekolah kelas 1 SD. Peristiwa itu terjadi usai salat Jumat di rumah pelaku.

"Alim (sapaan Muslim-red) sedang main dengan kawannya di dekat rumah. Tiba-tiba datang pelaku, lalu mengajak ke rumahnya," jelasnya.

Rumah pelaku berjarak sekitar 150 meter dari rumah korban. Selama ini, pelaku tinggal berdua dengan ibunya. Sedangkan saudaranya yang lain tinggal di rumah sebelah.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Wawan Perdana
Editor: Yohanes Iswahyudi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help