• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribun Sumsel

Polsek Rupit Dibakar, 3 Warga Tewas Ditembak

Selasa, 30 April 2013 02:08 WIB
Polsek Rupit Dibakar, 3 Warga Tewas Ditembak
ISTIMEWA
Kantor Polsek Rupit, Musi Rawas yang dibakar massa.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS - Aksi pemblokiran jalan di Kecamatan Rupit, Musirawas, terkait pemekaran Muratara berakhir ricuh, Senin (29/4/2013) malam. Petugas kepolisian membubarkan demonstran secara paksa sehingga terjadi bentrok bentrok.

Tiga orang tewas kena tembak, sementara korban luka terus bertambah karena masih dilakukan pendataan.

Tiga warga meninggal Fadilah ( 40) luka tembak di rusuk, Son (20) luka tembak di rusuk, dan Suharto (18) mengalami luka tembak di kepala. Hingga Selasa (30/4/2013) pukul 00.30, korban luka berjumlah lima orang dan diperkirakan masih terus bertambah.

Informasi yang berhasil dihimpun TribunSumsel.Com, pembubaran paksa atas aksi massa yang melakukan pemblokiran Jalinsum terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Pembubaran tersebut diawali dengan tembakan peringatan ke atas. Namun massa tetap ngotot bertahan dan melepari petugas menggunakan batu. Tak pelak bentrokan pecah.

Massa semakin beringas melakukan perlawanan. Bahkan massa langsung membakar dua unit mobil patroli yang terparkir di sekitar jalinsum tak jauh dari lokasi pemblokiran. Ketika itu sejumlah warga sudah terluka. Situasi ini menambah panas karena mengetahui rekan rekannya banyak yang terluka, massa melakukan aksi pembakaran Mapolsek Rupit sehingga susana semakin mencekam.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti jumlah korban yang tewas maupun luka-luka. Di Rumah Sakit Sobirin Kota Lubuklinggau para korban sedikitnya telah ada dua korban luka yang sudah tiba dari lokasi yakni Toni (30) dengan luka tembak di kaki kanan dan Kaisar (35) dengan luka tembak di dada.

Di rumah sakit juga terdapat Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas, Ruslan yang melihat para korban. Ia menegaskan ini merupakan bukti dari keseriusan mewujudkan Muratara. Bukan sahwat politik oknum-oknum tertentu.
"Ini bukti keseriusan mewujudkan Muratara yang muncul dari rakyat," ungkapnya singkat.

Pantauan Tribun satu persatu korban datang menggunakan kendaraan pribadi. Jarak tempuh kedaraan dari Muara Rupit menuju rumah sakit yang membutuhkan waktu satu setengah jam perjalanan membuat kendaraan saling menyusul.
Penulis: Yohanes Tri Nugroho
Editor: Yohanes Iswahyudi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
100054 articles 72 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas