A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Warga Protes Pungutan Biaya Pendaftaran Sekolah - Tribun Sumsel
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Tribun Sumsel

Warga Protes Pungutan Biaya Pendaftaran Sekolah

Jumat, 26 April 2013 16:41 WIB
TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Pungutan yang dilakukan oleh SMA Negeri 2 Plus Banyuasin, untuk biaya  penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2013/2014 sebesar Rp 125 ribu, menuai protes dari salah satu calon wali murid. Hal tersebut tentunya bertentangan dengan program pemerintah provinsi Sumsel yang menggratiskan biaya sekolah sampai jenjang tingkat lanjutan atas.

"Kemana program pemerintah yang menggembar gemborkan sekolah gratis, nyatanya belum masuk saja sudah dimintai uang oleh pihak sekolah," jelas Masail warga Pangkalan Balai, kepada TribunSumsel.Com, Jumat (26/4/2013)

Lanjutnya, dirinya sangat menyayangkan dengan biaya terbilang besar tersebut, hanya untuk bayar uang pendaftaran saja dan tentunya sangat tidak sejalan dengan program pemerintah.

Masail menambahkan, hal pungutan tersebut dibandingkan dengan penerimaan uang pendaftaran,bukan hanya dirinya saja yang dimintai uang yang berasaskan administrasi dan lain sebagainya tersebut, tapi setiap orang yang mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut.

”Satu kepala Rp 125 ribu, kalau yang daftar mencapai ratusan siswa kalikan saja keuntungannya berapa, apa tidak mencari keuntungan sekolah itu," tanyanya

Selain itu juga, ia menyayangkan apabila orang miskin yang akan bersekolah di sekolah favorit satu-satunya di Banyuasin. "Kasihan kan kalau yang tidak mampu, uang segitu pastilah besar kalau dibelikan beras," pungkasnya

Humas SMAN 2 Plus Komariah menjelaskan, dirinya membenarkan adanya pungutan uang sebesar Rp 125 ribu tersebut, namun uang tersebut untuk biaya pendaftaran.

”Memang ada sebesar Rp 125 ribu, dan itu uang pendaftaran untuk biaya administrasi, tes kesehatan, tes akademik dan wawancara,” ujarnya.

Untuk tes kesehatan saja, kata Komariah, pihaknya menggunakan jasa pihak rumah sakit atau puskesmas untuk mengecek kesehatan calon siswa yang akan sekolah. Disinggung tentang pungutan tersebut yang bertentangan dengan program sekolah gratis, ia mengatakan biaya pendaftaran tersebut sudah dilakukan sejak awal berdirinya sekolah.

”Ini memang sudah lama uang pendaftaran ini, sejak berdirinya sekolah ini. Dan uang pendaftaran itu, tidak masuk dalam proposal sekolah gratis,” tegasnya

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Merki  Bakri ketika dikonfirmasi via telepon mengatakan, memang ada proposal sekolah gratis pihak sekolah tersebut yang diberikan kepada Dinas Pendidikan, namun belum diketahui apakah uang pendaftaran itu masuk dalam proposal sekolah gratis atau tidak.

"Jika masuk dalam proposal gratis itu, maka melanggar, tapi sejauh ini saya belum pelajari proposal tersebut, dan kita akan pantau terus, jika memang melanggar akan kita stop pungutan tersebut, karena program sekolah gratis tidak boleh memungut biaya apapun,” pungkasnya.
Penulis: Siemen Martin
Editor: Yohanes Iswahyudi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas