Citizen Journalism

Kodam II Sriwijaya Rolling Pejabat

Serah terima jabatan tersebut merupakan upaya pembinaan satuan dan pembinaan personel.

Kodam II Sriwijaya Rolling Pejabat
Penerangan Kodam II Sriwijaya
Pangdam II Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Nugroho Widyotomo, melakukan serah terima tugas dan tanggung jawab jabatan bawahannya di bertempat di Gedung Sudirman, Jumat (12/4/2013).

Di samping itu, alih tugas dan jabatan merupakan bagian dari pola pengembangan integritas para Perwira dalam membangun kapasitas kepemimpinan dan manajerial di berbagai bidang tugas, dengan mengedepankan profesionalisme keprajuritan. Oleh karenanya, melalui alih tugas dan jabatan ini diharapkan akan  semakin  meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme serta pengalaman para Perwira guna membangun sistem kerja yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna bagi kemajuan TNI  Angkatan  Darat.

Asisten Operasi mempunyai peran penting dan strategis dalam membangun profesionalitas keprajuritan yang mengacu pada Catur Tunggal Sasaran Pembinaan Kekuatan dan Kemampuan Angkatan Darat, terutama dalam hal peningkatan kesiapan operasional satuan. Asops dituntut untuk mampu menjalankan fungsinya secara optimal, terutama dalam bidang perencanaan latihan, operasi dan organisasi  satuan  yang  ada  serta pengendalian penyiapan kekuatan satuan.

Staf  Operasi  juga  berkewajiban  untuk  membina kemampuan dan kekuatan tempur satuan, sehingga tercipta satuan yang handal. Oleh karenanya, upaya pembinaan satuan yang konseptual dan sistematis perlu dilakukan secara terus  menerus  dan  terpadu,  agar seluruh satuan senantiasa dalam keadaan siap dan dapat digerakan setiap saat secara optimal.

Bersamaan dengan acara serah terima ini, juga dilaksanakan penyerahan tugas jabatan Aster Kasdam II/Swj dari Pangdam II/Swj kepada Letnan Kolonel Czi I Nyoman Parwata, S.E.. Penyerahan tugas dan tanggung jawab jabatan Aster ini dilaksanakan sehubungan dengan telah keluarnya surat perintah pejabat definitif.

Sebagai pejabat pembantu Pangdam II/Swj, Asisten Teritorial dituntut untuk mampu menyelenggarakan tugas dan fungsi Staf di  bidang Teritorial yang meliputi Bakti TNI, Ketahanan Wilayah dan Komunikasi Sosial  bagi kepentingan  pertahanan  darat. Sejalan dengan TNI Angkatan Darat menjadikan Pembinaan Teritorial sebagai fungsi utamanya, dihadapkan dengan masih adanya resistensi terhadap keberadaan Koter, sementara gelar Komando Kewilayahan merepresentasikan sistem pertahanan semesta yang diamanatkan Undang-Undang, maka penanganan masalah-masalah teritorial itu menjadi  sangat  penting. Oleh karena itu, sikap teritorial sebagai salah satu perwujudan jati diri TNI harus ditampilkan dan terpatri pada sosok setiap prajurit Kodam II/Swj.  

Sebagai pembantu dan penasihat pimpinan, Staf Ahli Pangdam II/Swj sesuai dengan bidang keahlian yang dikelolanya mempunyai fungsi dan peran   dalam  mengkaji  permasalahan  yang  ada maupun tugas-tugas tertentu yang diberikan oleh Pangdam II/Swj serta mengajukan pertimbangan dan saran kepada Pangdam II/Swj. Oleh karena itu, Staf Ahli Pangdam diharapkan mampu meningkatkan dan memantapkan fungsi dan perannya secara maksimal dengan dilandasi sikap kritis, wawasan yang luas dan daya nalar yang tajam, sehingga saran dan masukan yang disampaikan kepada pimpinan memiliki nilai analisis yang cermat, realistis dan prospektif.

Kumdam II/Swj merupakan Badan Pelaksana Kodam yang menyelenggarakan fungsi hukum dengan objek tanggung jawab para prajurit, Pegawai   Negeri  Sipil  dan keluarganya serta satuan-satuan jajaran   Kodam  II/Swj. Kumdam  merupakan ujung tombak dalam upaya penegakan hukum. Untuk dapat menjadi ujung tombak penegakan hukum itu, maka Kumdam II/Swj  dituntut  memiliki  etos   kerja   dan   profesionalitas yang tinggi serta peka dan tanggap terhadap setiap permasalahan yang ada, sehingga dapat mengantisipasi dan mencari solusi yang tepat guna menyelesaikan permasalahan yang ada.


Komite medik adalah perangkat rumah sakit yang bertugas menerapkan tata kelola klinis agar staf medis di rumah sakit terjaga profesionalismenya melalui mekanisme kredensial, penjagaan mutu profesi medis dan pemeliharaan etika dan disiplin profesi medis. Komite  Medik  dibentuk  dengan tujuan agar mutu pelayanan medis dan keselamatan pasien lebih terjamin dan terlindungi. Asas tata kelola klinis yang baik yaitu dasar yang harus diwujudkan dalam penerapan manajemen klinis yang terdiri dari prinsip profesionalisme, keselamatan pasien, kehati-hatian, efektivitas, keterbukaan, kendali biaya dan kendali mutu, dan peningkatan mutu berkelanjutan meliputi di seluruh area pelayanan rumah sakit.

Detasemen Markas Kodam II/Swj sebagai unsur pelayanan, menyelenggarakan fungsi pelayanan terhadap semua kebutuhan kegiatan Komando yang berada di lingkungan Markas Kodam maupun di luar Makodam II/Swj. Detasemen Markas juga bertanggung jawab atas terselenggaranya ketertiban di lingkungan Markas,termasuk pelaksanaan dan penegakan  peraturan urusan dinas dalam, disiplin, kebersihan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan Markas Kodam. Komandan Detasemen Markas harus mampu melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terkait, baik ke dalam maupun ke luar, sehingga semua tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik dan tuntas. Lakukan pembinaan ke dalam agar kesiapsiagaan prajurit tetap terpelihara guna memberikan pelayanan yang optimal.

Batalyon Armed sebagai Satuan Bantuan Tempur mempunyai tugas pokok memberikan bantuan tembakan kepada satuan-satuan  manuver dalam operasi tempur darat dan memberikan perkuatan tembakan pada Satuan Armed lainnya. Untuk dapat melaksanakan tugas pokok tersebut secara berhasil dan berdaya guna, setiap prajurit Batalyon Armed dituntut untuk menguasai pengetahuan dan teknologi persenjataan Artileri Medan dengan  baik.  Akan tetapi keberhasilan pelaksanaan tugas bukan semata-mata ditentukan oleh kelengkapan dan kecanggihan alat peralatan yang digunakan. Keberhasilan pelaksanaan tugas lebih banyak ditentukan oleh personel yang mengawakinya, terutama menyangkut sikap mental, disiplin,  loyalitas,  rela  berkorban dan semangat tidak kenal menyerah.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Yohanes Iswahyudi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help