• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Tribun Sumsel

Bupati Banyuasin Panen Raya Bersama PT Pusri

Senin, 8 April 2013 19:44 WIB
Bupati Banyuasin Panen Raya Bersama PT Pusri
TRIBUNSUMSEL.COM/SIEMEN MARTIN
Bupati Banyuasin, Ir. H Amiruddin Inoed melakukan Panen Raya Bersama PT PUSRI melalui program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) yang dipusatkan di desa Salek Mulya Kecamatan Air Saleh Kebupaten Banyuasin.
TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Bupati Banyuasin, Ir. H Amiruddin Inoed melakukan Panen Raya Bersama PT PUSRI melalui program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) yang dipusatkan di desa Salek Mulya Kecamatan Air Saleh Kebupaten Banyuasin.

Bupati dan rombongan Dirut PT Pupuk Indonesia Holding Arifin Tasrif , Dirut PT. PUSRI Mustofah, Ketua KTNA Sumsel M Basyir DA, Ass IV Propinsi Sumsel Samuel Chatib, dan Kadistanak Banyuasin, Ir.  Madian menuju  desa Salek Mulia Kecamatan Air Saleh melalui Dermaga PT.Pusri  Palembang, Senin (8/4/2013) sekitar  pukul 11.00 WIB.

Bupati  mengatakan hasil produksi pangan Kabupaten Banyuasin merupakan penyokong terbesar di propinsi Sumatera Selatan, dengan produksi 395 ribu ton beras, makanya progam GP3K yang dipelopori oleh PT. PUSRI, pihak mendukung sepenuhnya.

"Kami selalu mendukung apapun bentuk program pertanian, karena Kabupaten Banyuasin Pemasok Beras No. I di Provinsi Sumatera Selatan, melalui panen raya yang di canangkan oleh PT. PUSRI dan PT. PICH didesa Salek Mulia dapat meningkatkan produksi gabah," ujarnya.
 
Amiruddin yang merupakan  Alumni lulusan IPB tersebut, menjelaskan program GP3K memberikan peningkatan hasil panen, dari 12 desa kecamatan Air Saleh  terdapat  67 kelompok tani,  tahun ini lahan yang dipanen 150  hektar dari total program GP3K dikecamatan air salek seluas 5.100 hektar sawah.

"Petani memakai varietas yang ditanam seperti jenis ciherang, Inpari, Situ Bagendit, IR42 dan Mekongga, selama 4 tahun terakhir ini dengan adanya program GP3K di kecamatan Air Saleh produksi gabah dari 4,6 ton menjadi 5,5-6 ton dalam perhektar," jelasnya.

Untuk diketahui juga, Banyuasin adalah penghasil padi terbesar di Sumatera Selatan mencapai hampir 25 sampai 30 persen menyumbang hasil panennya ke Kota dan Kabupaten yang ada Sumsel.

"Hasil dari perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), padi yang ditanam oleh petani Banyuasin mencapai 884 ribu ton gabah kering, kalau dijadikan beras maka sekitar 468 ribu ton tentunya kita bangga apa yang dihasilkan oleh petani Banyuasin," ujarnya

Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia, Arifin Tasrif mengatakan para petani dalam menggelola sawah masih sistem bayar panen, nanti pihaknya PT. PICH dan PT. PUSRI Palembang bersama Pemkab Banyuasin terus melakukan pembinaan untuk meningkatkan hasil produksi panen.

"Dengan pembinaan, para petani bisa udah menjadi program kedepan se-Indonesia baru capai 45 Persen sekitar 500 ribu hektar tapi target kita 1 Juta hektar," pungkasnya
Penulis: Siemen Martin
Editor: Yohanes Iswahyudi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
88524 articles 72 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas