• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribun Sumsel

Kadis Kesehatan Sumsel: Untuk Apa Kartu Sehat?

Rabu, 3 April 2013 14:38 WIB
Kadis Kesehatan Sumsel: Untuk Apa Kartu Sehat?
TRIBUNSUMSEL.COM/RIKI OP
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dr Hj Fenty Aprina
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kadis Kesehatan Pemprov Sumsel dr Fenty Aprina Rabu (3/4) menyebutkan seluruh penduduk di wilayah Provinsi Sumsel telah terjamin pembiayaan pelayanan kesehatan. Oleh karenanya tidak dibutuhkan lagi Kartu Sehat.

“Untuk apa kartu sehat karena seluruh penduduk di Sumsel dijamin pembiayaan pelayanan kesehatannya,” tegasnya.

Lanjutnya, sesuai dengan Perda Provinsi Sumsel No 2 tahun 2009, tentang penyelenggara jaminan sosial kesehatan Sumatera Selatan Semesta (Jamsoskes Sumsel Gemilang) disebutkan, setiap penduduk Sumsel yang terdaftar dan memiliki KTP atau Kartu Keluarga (KK) Sumatera Selatan yang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis melalui program Jamsoskes Sumsel Semesta, kecuali bagi yang mempunyai jaminan kesehatan, seperti PNS (Askes), TNI/Polri (ASABRI).

Karena itu, imbuhnya, tanpa adanya kartu sehat yang diluncurkan oleh pihak kota/kabupaten maka seluruh penduduk di Sumsel telah mendapat pengobatan gratis.
Selain Jamsoskes Sumsel Gemilang, elemen masyarakat lainnya seperti PNS telah mendapat jaminan kesehatan dari Askes, TNI/Polri (ASABRI), pekerja perusahaan (Jamsostek, masyarakat miskin (Jamkesmas), BUMN (Jamkes), dan pekerja swasta (Jamkes).

Dijelaskannya, setiap peserta dari Jamsoskes Sumsel Gemilang berhak mendapat pelayanan kesehatan komprehensif secara berjenjang dan pelayanan gawat darurat sampai ke rujukan pusat, dengan menggunakan pelayanan di rumah sakit jejaring menggunakan ruang gawat kelas III, dimana peserta hanya menunjukkan KTP atau KK ataupun keterangan domisili.

Adapun manfaat jaminan yang diberikan ke peserta dalam bentuk pelayanan kesehatan yang bersifat menyeluruh (komprehensif) berdasarkan kebutuhan medik sesuai dengan standar pelayanan medik yang ’cost effective’ dan rasional, bukan berupa uang tunai.

Seandainya ada kota/kabupaten di Provinsi Sumsel yang mengeluarkan kartu sehat namun tidak secara menyeluruh atau tidak dapat dinikmati seluruh penduduknya maka hal tersebut akan menyulitkan warga yang tinggal di daerah tersebut.

“Warga akan menjadi bingung program kesehatan mana yang harus diikuti sehingga menyulitkan warga mendapat pelayanan kesehatan yang prima,” ujarnya.
Penulis: Riki Okta Putra
Editor: Prawira Maulana
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
85344 articles 72 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas