A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Bisakan PHK Tanpa Surat Peringatan? - Tribun Sumsel
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Sumsel

Bisakan PHK Tanpa Surat Peringatan?

Senin, 1 April 2013 12:06 WIB
Bisakan PHK Tanpa Surat Peringatan?
NET
Ilustrasi.
Dapatkah perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya tanpa melalui Surat Peringatan (SP) terlebih dahulu?
Bagaimana prosedur PHK berdasarkan aturan hukum ketenagakerjaan?

Jawab
Ketentuan mengenai pemutusan hubungan kerja dalam UU ini yaitu UU No 13 tahun 2003 yang terdiri 193 pasal yang meliputi pemutusan hubungan kerja yang diatur dalam BAB XII pasal 150 sampai dengan pasal 172 yang terjadi dibadanusaha yang telah berbadan hukum atau tidak,milik orang perseorangan,milik persekutuan atau milik badan hukum,baik milik swasta maupun milik negara,maupun usaha usaha sosial dan usaha usaha lain yang mempunyai pengurus dan memperkerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.

Pemerintah,Pengusaha,Pekerja dengan segala UPAYA harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja. Jika Upaya telah dilakukan akan tetapi pemutusan hubungan kerja tidak dapat dihindari, maka WAJIB dirundingkan oleh pengusaha dan pekerja, jika dalam perusahaan tersebut sudah ada serikat pekerja maka serikat pekerja inilah yang melakukan perundingan, Jika PERUNDINGAN itu tidak menghasilkan PERSETUJUAN, maka pengusaha hanya dapat memutuskan hubungan kerja setelah memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Permohonan penetapan pemutusan hubungan kerja diajukan secara tertulis kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial disertai alasan yang menjadi dasarnya, dan permohonan itu diajukan setelah dirundingkan dengan pekerja dan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Penetapan akan diberikan setelah perundingan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Didalam hal pekerja melakukan pelanggaran yang telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama, pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja, setelah kepada pekerja diberikan Surat Peringatan pertama, kedua dan ketiga secara berturut turut. Masing masing surat peringatan sesuai dengan ketentuan yang diatus dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. Yang sangat perlu diketahui dan dipahami oleh semua pihak adalah dalam HAL APA terjadinya pemutusan hubungan kerja atau pemberhentian dengan karyawannya.Demikianlah penjelasan dari kami atas pertanyaan Sdr. Kami ucapkan terimaksih.
Editor: Prawira Maulana
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas