• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Sumsel

Hayati Drama Penyaliban dengan Nonton Bareng Saat Latihan

Jumat, 29 Maret 2013 23:10 WIB
Hayati Drama Penyaliban dengan Nonton Bareng Saat Latihan - DRAMA_KEMATIAN_YESUS3.jpg
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
DRAMA PENYALIBAN - Drama Penyaliban Yesus yang dibawakan Orang Muda Katholik (OMK) Santo Yoseph di gereja Santo Yoseph, Jalan Sudirman, Palembang, Jumat (29/3/2013) pagi. Selain itu pada siang harinya dilakukan Misa Jumat Agung untuk memperingati kematian Yesus Kristus.
Hayati Drama Penyaliban dengan Nonton Bareng Saat Latihan - DRAMA_KEMATIAN_YESUS.jpg
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
Hayati Drama Penyaliban dengan Nonton Bareng Saat Latihan - DRAMA_KEMATIAN_YESUS2.jpg
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
Hayati Drama Penyaliban dengan Nonton Bareng Saat Latihan - DRAMA_KEMATIAN_YESUSs.jpg
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Teriak kesakitan dan jerit wanita terdengar saat puluhan orang membawakan drama penyaliban Yesus di Kapel Seminari Santo Paulus, yang berada di Jalan Bangau Palembang, Jumat (29/3/2013) pagi. Pakaian yang dikenakan pemain, seolah membawa umat yang ikut prosesi kembali ke masa lalu.

Puluhan anak muda tersebut merupakan anggota yang tergabung dalam Teater Lingga, berjumlah 62 orang dalam memainkan drama yang berlangsung dua jam lebih itu. Sebagian besar anggotanya merupakan siswa Seminari Santo Paulus Palembang.

Ketua Koordinator Teater Lingga, Laurentius Agus Setiawan (18), menuturkan, mereka sudah mempersiapkan latihan tersebut sejak satu setengah bulan lalu. "Ada personil baru dan juga ada personil yang lama. Jadi, harus sering latihan bersama untuk tampil maksimal. Kita ambil juga referensi dengan nonton bareng film Passion of Christ untuk hayati peran tiap pemain," jelasnya pada Tribun usai acara.

Agus menuturkan, penampilan mereka membawakan drama penyaliban Yesus tahun ini sangat baik dari tahun sebelumnya, walaupun ada beberapa kendala di lapangan. Membawakan drama berdasarkan cerita dari Injil Yohanes ini, drama yang dibawakan bisa dimainkan dangan baik oleh seluruh pemain.

"Ini berkat kerjasama semua teman-teman yang ikut serta latihan yang rutin. Memang, saat persiapan latihan, harus cocokin dengan yang lain dan punya jadwal yang berbeda-beda,"' katanya.

Sejak pagi, pukul 07.00, anggota teater sudah mempersiapkan diri, mengenakan kostum dan bermake up. Bagian properti juga ikut memberi dukungan dan kelancaran bagi terlaksananya drama tersebut.
Penulis: Yohanes Iswahyudi
Editor: Yohanes Iswahyudi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
82674 articles 72 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas