Panwaslu Kesulitan Temukan Pelanggaran Kampanye Terselubung Calon

Panwaslu akan mempelajari temuan-temuan dilapangan.

Panwaslu Kesulitan Temukan Pelanggaran Kampanye Terselubung Calon
Arief Basuki Rokehan
Ketua Panwaslu Palembang, Amrullah.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tiga Pasangan yang telah dinyatakan sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang, periode 2013- 2018 mulai menebarkan pesona ke warga Palembang, meskipun masa kampanye belum mulai.

Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) kota Palembang kesulitan untuk membuktikan jika hal tersebut dikatakan sebagai pelanggaran pilkada, yaitu curi start waktu kampanye. Karena itu Panwaslu akan mempelajari temuan-temuan dilapangan.

"Iya, itu kesulitan kita untuk menyebutkan kalau mereka mencuri start kampanye. Mereka itu melakukan sosialisasi, namun berkedok lembaga sosial ataupun lainnya," jelas ketua Panwaslu Palembang, Amrullah.

Dijelaskannya, jika dikatakan kampanye itu harus memiliki 3 unsur, yaitu dilakukan oleh pasangan calon, menyampaikan visi-misi, membawa atribut kampanye dan memiliki unsur mengajak.

"Mereka kan tidak bisa di jerat, jika satu saja unsur tidak terpenuhi," ujarnya.

Karena itu, tambah Amrullah, Panwaslu kesulitan jika mengatakan tebar pesona dan ajakan para  calon disebut sebagai bentuk colong start waktu kampanye.

"Salah satu syarat kampanye itu tidak dipenuhi. Kita jadi kesulitan untuk mengatakan itu kecurangan pilkada, dia (para calon)  mengajak, menyampaikan visi dan misi tapi tidak bersama pasangannya, jadi belum bilang itu kampanye. Kita kesulitan jika memasukkan itu ke dalam kejahatan pilkada," terangnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Riki Okta Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help