• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribun Sumsel

Puan Maharani : Eddy Harus Selesaikan Kasus Perceraiannya Dulu, Baru Nyalon

Selasa, 12 Februari 2013 20:59 WIB
Puan Maharani : Eddy Harus Selesaikan Kasus Perceraiannya Dulu, Baru Nyalon
TRIBUNNEWS.COM
Walikota Palembang, Eddy Santana Putra
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Langkah Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumatera Selatan, Eddy Santana Putra mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur Sumsel bulan Juni mendatang mendapat hambatan serius. Ia diminta untuk segera menyelesaikan persoalan pribadinya jika tetap ingin melangkah.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani kepada wartawan, usai mengisi acara cerdas cermat 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Selasa (12/2/2013) di Palembang.

"Kita minta Pak Edi Santana untuk segera menyelesaikan persoalan pribadinya terlebih dulu," tegasnya.

Proses perceraian Edi Santana dengan istri pertamanya, Srimaya Haryati merupakan persoalan pribadi yang dimaksud oleh Puan. Guna mengantisipasi gagalnya pencalonan Edi, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai menyatakan tengah mempersiapkan figur alternatif lain di luar kader partai. Persiapan tersebut dilakukan dengan berkonsolidasi dengan sejumlah parpol.

Dibalik persoalan yang membelit kadernya, PDIP masih menilai Edi Santana sebagai kader terbaik yang terbaik yang dimiliki untuk menghadapi pertarungan politik sumsel.

"Pak Edi santana merupakan kader saat ini yang akan maju, selain sejumlah nama lainnya," terangnya.

Nasib suami Eva Ajeng ini ditentukan oleh hasil survei internal partai. Hasil ini akan menjadi pembahasan dalam rapat pleno DPP yang akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Megawati Soekarno Putri.

Jika persoalan pribadi mempengaruhi hasil survei, tidak tertutup kemungkinan partai akan mengusung calon lain, kerena hingga saat ini belum ada keputusan resmi DPP.

"Kita lihatlah hasil survei terakhir internal yang kita lakukan. Sampai saat ini belum ada keputusan DPP terhadap penentapan calon yang akan diusung. Itu nanti akan diputuskan dalam rapat pleno yang akan dipimpin langsung oleh Ibu Ketua Umum," tegasnya.

"Kita telah melaksanakan proses hukum, tinggal menunggu hasil dari MA," terangnya.

Terkait peluang gagalnya kliennya menggunakan perahu politik PDIP karena proses hukum yang terlalu lama, ia menegaskan hal itu menjadi tugas Mahkamah Agung, karena prosesnya telah masuk ke MA.

"Itu bagian partai, kita hanya fokus menjalankan proses hukum. Mengenai waktu, itu juga tugas Mahkamah Agung, karena berkas sudah mereka pegang, tinggal menanti keputusan," ungkapnya.
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Yohanes Iswahyudi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
60203 articles 72 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas