• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Sumsel

Ridwan Mukti : Saya Siap Cium Tangan Pejabat Pusat

Jumat, 14 Desember 2012 10:15 WIB
Ridwan Mukti : Saya Siap Cium Tangan Pejabat Pusat
SRIPO/SYAHRUL
TATAP MUKA- Bupati Musirawas H Ridwan Mukti saat berkunjung ke redaksi Sriwijaya Post dan tribun Sumsel di Jalan Basuki Rahmad, Kamis (14/12). (Dari kiri) MF Ririen, Hj Wenny Ramdiastuti, Ridwan Mukti, Hadi Prayogo, Bambang Hartono.
TRIBUNSUMSEL.COM - Hubungan pemerintah pusat dengan daerah itu sebenarnya seperti halnya hubungan antara orangtua dan anak. Bagaimana kita bisa mengkomunikasikan keinginan kita sehingga dikabulkan permntaan kita. Ada baiknya kita pakai cara orang Jawa. Kalau meminta atau nyuwun berarti posisi tangan kita di bawah. Di pusat itu sumber keuangan. Di daerah sumber daya alam. Jadi, tinggal bagaimana kita bisa minta mengelola hubungan baik ini.

Begitu penjelasan Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti dalam perbincangan hangat dengan redaksi Harian Tribun Sumsel, dan Sriwijaya Post, Kamis (13/12) di kantor Sriwijaya Pos, Jalan Basuki Rahmat, Palembang.

Diskusi kebangsaan menjadi topik hangat yang diperbincangkan dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat redaksi siang itu.

"Kita punya banyak orang hebat asal Sumsel di Jakarta. Ada Pak Taufik Kiemas (Ketua MPR), Pak Marzuki Ali (Ketua DPR RI), Pak Hatta Rajasa (Menteri Koordinator Ekonomi). Saya akan minta mereka bantu menyelesaikan persoalan Sumsel," ujarnya di hadapan Kepala Newsroom Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post Hadi Prayogo, Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel Hj L Weny Ramdiastuti, Pemimpin Perusahaan Sripo/Wakil PU Tribun Sumsel Bambang Hartono dan Pemimpin Perusahaan Tribun Sumsel MF Ririen K.

Persoalan perimbangan keuangan pemerintah pusat dan daerah yang menjadikan penerimaan Sumsel dari dana bagi hasil migas misalnya, saat ini masih dalam proses perjuangan penambahan porsi.

Tambahan alokasi dana ini menurutnya akan membantu mengembangkan sejumlah daerah di Sumsel yang masih membutuhkan biaya pembangunan.
'Subjektivitas' pemerintah pusat dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi Pemda untuk memperjuangkan dana tersebut. Nilai tawar Pemda harus tinggi agar bisa mendapatkan alokasi untuk kesejahteraan masyarakat.

"Kita tahu, sumber keuangan itu berada di pusat (pemerintah,red). Kita harus pandai meyakinkan tentang kebutuhan kita,"tegas Ridwan.

Mantan anggota DPR RI dua periode ini mencurahkan strategi dan pemikirannya untuk memajukan Sumsel kepada awak media koran daerah Grup Kompas Gramedia di Sumsel. Ketenangan dan cara berkomunikasi dan pola pikirnya menunjukkan karakter alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sebagai pemimpin yang berpengalaman.

Ridwan dalam kesempatan itu mengungkapkan selama tujuh tahun memimpin Musirawas dia jarang berhubungan dengan media, bahkan memberikan anggaran untuk media massa.

“Ini karena saat itu kami di Mura terus membangun maklum Musirawas saat itu sangat ketinggalan. Sehingga anggarannya lebih banyak digunakan untuk membangun,” jelasnya.

Namun sekarang, dia mengaku sudah berani muncul karena sebagian besar tugasnya membangun Musirawas hampir selesai, sehingga dia berani meninggalkan Musirawas untuk maju ke Pilgub Sumsel.

“Saya berani maju karena gelisah, rakyat masih banyak yang belum sejahtera,” katanya.

Berpegang pada mekanisme partai, politisi senior Golkar ini percaya terhadap apapun keputusan partai menentukan calon yang akan diusung. Matang berorganisasi, ia paham benar akan mekanisme internal.

Siang itu, Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumsel ini tampil sederhana dengan balutan kemeja batik dominan berwarna biru. Kesan tokoh muda semakin melekat dengan dirinya dengan membawa rombongan yang masih berusia muda.
"Saya masih 49 tahun kalau dihitung-hitung masih mampu menjalankan amanah sebagai pemimpin," ungkapnya.

Kagumi Online

Pada awal pertemuan, Ridwan Mukti mengagumi kecepatan portal berita milik harian Tribun Sumsel (tribunsumsel.com) dan Sriwijaya Post (sripoku.com).

Ini karena dua portal tersebut didemontrasikan oleh Hadi Prayogo di depan Ridwan Mukti dan rombongan. Dengan sebuah infocus terpampang hanya dalam tempo tiga menit sejak Ridwan menginjakkan kaki di kantor Sripo, informasi itu telah diunduh ke portal berita tersebut.

“Luar biasa, inilah perkembangan teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh media massa. Kegiatan saya cepat sekali dimuat di online Tribun Sumsel,” kata Ridwan lalu ia mengajak seluruh hadirin bertepuk tangan untuk online tribunsumsel.com dan sripoku.com.

Dalam kesempatan itu Hadi mengungkapkan saat ini Sripo dan Tribun berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait informasi yakni kecepatan, kelengkapan dan kemudahan. Untuk itu Sripo menempatkan positioning sebagai koran panduan Wong Kito sementara Tribun Sumsel mengusung positioning koran berkonsep masa depan dan nonstop.

Menurut Hadi, sripoku saat ini dikunjungi (pembaca kalau di koran) 20 ribu orang per hari (data googleanalytics), digemari 45 ribu facebookers. Sementara tribunsumsel.com mengkombinasikan liputan online dengan BBM Tribunners (warga bisa mengirim berita melalui BBM dengan menjadi anggota BBM Tribuners lebih dulu).

Bahkan dengan konsep nonstop, Tribun Sumsel dalam menyalurkan berita ke warga tanpa berhenti sedikit pun, baik cetak, online, digital newspaper dan BBM Tribunners.

“Bahkan Hari Natal 25 Desember Tribun Sumsel tetap terbit,” katanya. (iam/SP/cw6)
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Ashari
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
34173 articles 72 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas