Sabtu, 5 September 2015

Birokrasi tidak Ramah Investasi

Kamis, 13 Desember 2012 13:52

Birokrasi tidak Ramah Investasi
NET
Yusril Ihza Mahendra

“Akibatnya masyarakat menilai negatif pengusaha. Negeri ini aneh, pengusaha dimusuhi, padahal pengusaha berperan besar menyejahterakan rakyat. Seberapa besar negara bisa mempekerjakan rakyatnya? Makanya kita butuh pengusaha," kata pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra dalam  diskusi di Jakarta kemarin.

Dalam rilis yang diterima tribunnews, ditegaskan Yusril, pemerintah harus membangun iklim yang baik bagi investasi. Ini untuk percepatan pertumbuhan perekonomian. Selain itu juga harus segera ada pembenahan agar kalangan investor tidak mudah terjebak dalam perilaku koruptif aparat birokrasi.

Menurutnya, salah satu faktor yang menyuburkan korupsi di daerah adalah otonomi daerah dan pemilihan kepala daerah langsung sampai dengan tingkat kabupaten/kota.

Pada kesempatan yang sama pakar hukum pidana, Prof Indriyanto Senoaji, mengatakan selain masalah birokrasi yang buruk, salah satu penyebab banyaknya kepala daerah terlibat korupsi adalah begitu tumpang-tindihnya UU tentang korupsi sehingga menimbulkan kerancuan antara korupsi, pemerasan oleh pejabat dan penyuapan.

“Kalau melihat kasus yang terakhir ini (kasus Buol), dari fakta-fakta sebetulnya kasus itu lebih banyak unsur pemerasan daripada suapnya, tapi karena UU-nya tumpang tindih maka hakim bebas menerapkan pasal. Begitu dia menerapkan pasal penyuapan, maka unsur pemerasannya hilang dan akibat hukumnya ringan (bagi pejabatnya),” katanya.

Menurut Senoaji, UU tindak pidana korupsi perlu segera diperbaiki agar pasal tentang suap tidak terlalu banyak. Di banyak negara sebenarnya suap tidak termasuk dalam tindak korupsi.

"Di sini memberi uang kepada pejabat disebut korupsi. Kalau saya pengusaha, kalau saya memberi uang ke pejabat pakai uang sendiri, di mana kerugian negaranya? Dulu saya ikut merumuskan UU ini, tapi bahkan sekarang saya jadi bingung sendiri,” katanya.

Halaman12
Editor: Ashari
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas