Minggu, 19 April 2015

Mencari "Kuda Pacu" Terbaik di Manchester

Minggu, 9 Desember 2012 09:01

Manchester City akan bertindak sebagai tuan rumah dengan menjamu musuh bebuyutannya yang bergelimang kebesaran sejarah. Namun, torehan gelar-gelar yang diraih Setan Merah hadir saat City belum segarang seperti saat ini.

Kini, kekuatan keduanya bisa dikatakan berimbang. Rivalitasnya juga semakin panas. Apalagi, pada perburuan gelar Premier League musim lalu, The Citizens tampil sebagai pemenang dengan unggul selisih gol dari pasukan Sir Alex Ferguson.

Pada musim ini, City yang awalnya dijagokan akan mempertahankan gelar juara, justru mendapat banyak rintangan. Hal itu mampu dimanfaatkan Robin van Persie dkk untuk menyalip City demi singgasana puncak klasemen sementara Premier League.

Bagi kedua tim, laga derbi nanti bukan sekedar pertarungan gengsi memperebutkan status terbaik di kawasan industri terbesar Inggris itu. Kemenangan akan menjadi suntikan modal besar untuk meningkatkan mental bersaing di kompetisi.

Kubu City sendiri merasa beban besar ada di pundak mereka. Tuntutan meraih poin penuh agar menyamakan angka yang didapat Setan Merah membuat Manajer Roberto Mancini gelisah.

"Tak apa-apa bagi MU jika mereka kalah karena mereka unggul tiga poin dari kami. Kami tertinggal tiga angka dari mereka dan dengan begitu kami tak boleh kalah," ujar Mancini.

"Mereka lebih baik dari kami saat ini. Kami barus berada (dalam persaingan juara) dalam dua tahun terakhir. Mereka bisa tampil pada laga-laga ini dalam persaingan juara selama 20 tahun. Mereka telah memenangi segalanya selama 15 tahun."

"Anda tak bisa mengubah ini dalam dua atau tiga tahun. Anda perlu waktu lebih. Dalam hal ini, mereka memiliki keuntungan kecil," tuturnya.

Halaman12
Editor: Erwanto
Sumber: Kompas
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas