Jalan Jenderal Sudirman Prabumulih Penuh Lubang

Sepanjang jalan Jenderal Sudirman Kota Prabumulih penuh lubang

PRABUMULIH, TRIBUN - Sepanjang jalan Jenderal Sudirman Kota Prabumulih penuh lubang yang menganga lebar sejak beberapa bulan terakhir. Hal ini disebabkan pengerjaan yang sengaja melubangi tetapi belum juga dilakukan perbaikan.

Kondisi tersebut membuat pengendara yang melintas mengalami kesulitan saat berpapasan dengan kendaraan lain. Selain itu juga sering menimbulkan kecelakaan.

"Pemerintah Kota Prabumulih hendaknya memperhatikan permasalahan perbaikan jalan ini. Pembangunan telah lama dilakukan tetapi tak kunjung selesai," ujar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih, Habib Essilahudin ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/10).

Menurut pria yang juga menjabat ketua Komisi II DPRD ini, para pekerja yang memperbaiki jalan itu diduga sengaja membiarkan jalan dalam kondisi penuh lubang selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan, kemudian baru melakukan pengaspalan jalan.

"Jika akan memperbaiki, kenapa tidak langsung diaspal dan tidak dibiarkan sampai berminggu-minggu. Jika memang masih lama dilakukan perbaikan, jangan dulu melubangi jalan," lanjut Habib.

Dilakukannya pelubangan jalan, nantinya akan berdampak terhadap pengguna jalan yang hendak melintas, khususnya bagi pengendara kendaraan roda dua.

"Banyaknya lubang ini akan berdampak pada kecelakaan lalulintas bagi pengguna jalan, terlebih bagi pemilik kendaraan bermotor. Pengendara yang melintas akan terjebak di lubang yang rata-rata dalam, apalagi bagi warga luar Kota Prabumulih yang tidak mengetahui adanya lubang itu bisa mengalami kecelakaan," bebernya.

Terlebih jika mengendarai kendaraan pada malam hari, selain jarak pandangan pengendara terbatas, tidak adanya lampu penerangan di beberapa titik menjadikan kawasan penuh lubang rawan kecelakaan.

"Jika berjalan malam hari, apalagi tergenang air hujan sangat sulit menghindari lubang-lubang yang dibuat para pekerja untuk perbaikan tersebut, sehingga pengendara sering terjebak. Bahkan pengendara motor sering pecah ban dan kecelakaan," terang Habib.

Untuk itu, Habib meminta perusahaan yang melakukan perbaikan jalan hendaknya jangan dulu membuat lubang, sebelum adanya kepastian dilakukan perbaikan jalan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Andri Farid
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help