Senin, 22 Desember 2014
Tribun Sumsel

Jalan Jenderal Sudirman Prabumulih Penuh Lubang

Selasa, 2 Oktober 2012 23:18 WIB


Laporan Wartawan TribunSumsel.Com, Edison

PRABUMULIH, TRIBUN - Sepanjang jalan Jenderal Sudirman Kota Prabumulih penuh lubang yang menganga lebar sejak beberapa bulan terakhir. Hal ini disebabkan pengerjaan yang sengaja melubangi tetapi belum juga dilakukan perbaikan.

Kondisi tersebut membuat pengendara yang melintas mengalami kesulitan saat berpapasan dengan kendaraan lain. Selain itu juga sering menimbulkan kecelakaan.

"Pemerintah Kota Prabumulih hendaknya memperhatikan permasalahan perbaikan jalan ini. Pembangunan telah lama dilakukan tetapi tak kunjung selesai," ujar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih, Habib Essilahudin ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/10).

Menurut pria yang juga menjabat ketua Komisi II DPRD ini, para pekerja yang memperbaiki jalan itu diduga sengaja membiarkan jalan dalam kondisi penuh lubang selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan, kemudian baru melakukan pengaspalan jalan.

"Jika akan memperbaiki, kenapa tidak langsung diaspal dan tidak dibiarkan sampai berminggu-minggu. Jika memang masih lama dilakukan perbaikan, jangan dulu melubangi jalan," lanjut Habib.

Dilakukannya pelubangan jalan, nantinya akan berdampak terhadap pengguna jalan yang hendak melintas, khususnya bagi pengendara kendaraan roda dua.

"Banyaknya lubang ini akan berdampak pada kecelakaan lalulintas bagi pengguna jalan, terlebih bagi pemilik kendaraan bermotor. Pengendara yang melintas akan terjebak di lubang yang rata-rata dalam, apalagi bagi warga luar Kota Prabumulih yang tidak mengetahui adanya lubang itu bisa mengalami kecelakaan," bebernya.

Terlebih jika mengendarai kendaraan pada malam hari, selain jarak pandangan pengendara terbatas, tidak adanya lampu penerangan di beberapa titik menjadikan kawasan penuh lubang rawan kecelakaan.

"Jika berjalan malam hari, apalagi tergenang air hujan sangat sulit menghindari lubang-lubang yang dibuat para pekerja untuk perbaikan tersebut, sehingga pengendara sering terjebak. Bahkan pengendara motor sering pecah ban dan kecelakaan," terang Habib.

Untuk itu, Habib meminta perusahaan yang melakukan perbaikan jalan hendaknya jangan dulu membuat lubang, sebelum adanya kepastian dilakukan perbaikan jalan.

"Pihak perusahaan pengerjaan perbaikan jalan seharusnya melakukan perbaiki secara bertahap. Jika akan melubangi jalan sebaiknya sebelah kiri dulu atau sebelah kanan dulu, jangan semua jalan dilubangi semua. Sehingga pengendara masih mudah melintas dan kecelakaan akan terhindar," ungkapnya.

Lebih lanjut, Habib mengungkapkan kepada masyarakat atau pengguna jalan yang hendak melintas di Jalan Jenderal Sudirman yang juga merupakan jalan provinsi, hendaknya berhati-hati dan jangan kebut-kebutan disebabkan lubang menganga lebar sangat banyak.

Seperti diketahui, Jhoni sotiadi (33) Kasubag Pendidikan Agama di bagian Kesra Setda Kota Prabumulih, warga Perumnas Prabu Indah Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Minggu (30/9) sekitar pukul 05.45 tewas akibat tabrak lari sebuah truk saat melintas di kawasan Jl Jendral Sudirman tepatnya depan Kantor Disnakertrans atau BLK.
Diduga korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha mio BG 5274 CM menghindari lubang besar sebelum ditabrak lari mobil truk yang belum diketahui plat nomornya tersebut.

Walikota Prabumulih, Drs Rachman Djalili MM ketika dikonfirmasi mengatakan, pemerintah Kota Prabumulih dalam waktu dekat akan menutup seluruh lubang-lubang di sepanjang Jalan Sudirman tersebut.
Hal itu dilakukan untuk menghindari kecelakaan lalulintas karena jalan yang berlubang tersebut sangat berbahaya bagi pengguna jalan khususnya sepeda motor.

"Saya secara langsung telah perintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Prabumulih segera menutup jalan berlubang tersebut," tegasnya.

Menurut Rachman, perbaikan jalan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman tersebut merupakan proyek pemerintah provinsi Sumatera Selatan. Perbaikan jalan utama tersebut telah dianggarkan sebesar Rp 40 miliar.

"Perbaikan telah dianggarkan sebesar Rp 40 miliar dan itu merupakan proyek pemprov Sumsel," jelas Rachman yang enggan menjawab ketika wartawan menanyai mengapa proyek itu tak kunjung usai. (*)

Editor: Andri Farid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas