A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pengirim SMS di Lubuklinggau - Tribun Sumsel
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribun Sumsel

Pengirim SMS di Lubuklinggau

Rabu, 26 September 2012 01:56 WIB
Pengirim SMS di Lubuklinggau
FACEBOOK/KPAID PALEMBANG
Foto kenangan Mayang dan Rezi semasa hidup
PALEMBANG, TRIBUN - Lima hari hilang, kakak adik Mayang Diyanti (11) dan Rezi Triansyah (2), ditemukan sudah meninggal tersembunyi di semak-semak di belakang ruko Jl Sukarela, Kelurahan Sukarami, Selasa (25/9) pukul 08.30. Dua bocah itu diduga dibunuh karena ada bekas luka bacokan dan jeratan di leher.

Sejak dinyatakan hilang, Jumat (21/9) pukul 13.00, keluarga sudah mencari ke berbagai tempat dan melapor ke Mapolsek Sukarami.

Informasi keberadaan dua jenazah itu justru didapat Mustari (52), kakek korban, dari pesan singkat (SMS) berantai yang dikirimkan nomor ponsel 081996188XXX, sejak Minggu (23/9) pukul 06.00.

"Saya dapat SMS mencurigakan, ditelepon balik tidak diangkat. Bisa saja orang itu mendapat nomor telepon saya dari hp Mayang," ucap Mustari di kediaman Perum Nuansa Dago, Blok A3, Kelurahan Sukarami.

Tribun Sumsel menghubungi nomor ponsel itu semalam pukul 19.30 dan sempat tersambung. Suara di ujung sana terdengar menggunakan dialek Palembang. "Halo siapo ini. Aku sekarang lagi di Warnet Dempo Linggau, ado apo," katanya.

Perbincangan tak berlangsung lama karena lelaki itu menutup ponsel. Dia sempat meminta Tribun menggunakan nomor telepon lain, tetapi ponsel itu sudah tidak aktif lagi. Dari obrolan singkat, suasana di tempat lelaki itu hening. Ada terdengar suara perempuan, sepertinya sedang membisiki dia tapi tak terdengar jelas.

Wartawan Tribun Sumsel di Lubuklinggau melacak keberadaan Warnet Dempo Permai. Ada empat pria dan seorang perempuan di warnet tak lama setelah kontak lewat ponsel terputus. Seorang polisi berpakaian bebas terlihat berada di warnet. Di depan warnet terparkir motor Scoopy warna putih pelat BG 3089 HW.

Mayang dan Rezi dinyatakan hilang setelah pergi mengantar saudaranya, Aldi (9) ke sekolah kelas 3 SDN 151 di Jl Sukabangun II, Jumat (21/9) pukul 13.00. Ketiganya mengendarai motor Scoopy putih. Hingga pukul 14.00, keduanya tidak pulang. Keluarga mencari ke rumah teman sekolah Mayang kelas 6 SDN 151, tapi tak ketemu.

Keluarga juga telah minta bantuan patanormal, tapi tak membuah hasil. Zam Masari (37) dan Erli Yulianti (36), orangtua Mayang dan Rezi, lantas melapor ke petugas Polsek Sukarami. Berdasarkan cerita Aldi, dalam perjalanan ke sekolah, mereka sempat berpapasan dengan Fauzan (35) mengendarai motor.

Fauzan masih keluarga Erli. Jumat pagi sebelum kedua bocah itu hilang, Fauzan sempat datang menemui Erli bermaksud meminjam uang Rp 100 ribu, tetapi tak diberi. Enam bulan lalu Fauzan pernah pinjam Rp 200 ribu, tapi belum dikembalikan.

Fauzan Menghilang

Minggu (23/9) pukul 06.00, sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Mustari. Ada empat pesan yang masuk secara berantai. Pesan ketiga, "Melalui HP dari Palembang, kebenaran orang yang berada di ujung Jalan Sukasenang, simpang tiga, pas di belakang DKK. Di belakang tembok ruko baru menghadap Jalan Sukarela."

Pesan terakhir, "Saya kasih tau info keluarga yang Manda cari. Saya tidak bisa menampakkan diri. Itu info yang saya tahu." Pengirim SMS memanggil Mustari dengan sebutan 'Manda' atau paman.

Mustari curiga dan penasaran terhadap isi pesan tersebut. Ia coba menelepon balik, tetapi orang itu tidak mengangkat. "Saya hanya balas sakali pesan itu, menanyakan siapa pengirimnya. Tetapi dia balas banyak sekali. Mungkin HP cucu saya, Mayang, ada di pelaku. Di buku telepon (HP Mayang) tertulis nama saya, No HP Yai," kata Mustari.

Berdasar petunjuk SMS itu, Mustari bersama tiga orang lainnya berhasil menemukan jenazah Mayang dan Rezi tersebunyi di semak-semak.

Mayang ditemukan tersandar di dinding pembatas tanah belukar dengan ruko yang berada di sebelahnya dengan posisi kaki kiri terlipat. Sedangkan Rezi terlentang di sebalhnya.

Lokasi ini dapat diakses melalui sebuah jalan tanah. Di samping belukar terdapat rumah petak empat pintu. Rumah petak ini diakui warga sekitar tidak ditempati. "Jalan itu padahal sebelumnya sudah kami telusuri untuk mencari keberadaan keduanya, tapi tidak tahu kalau mereka ada di dalam belukar," kata Suwati (60), kerabat korban.

Kanit Reskrim Polsek Sukarami Iptu Hanys B Pamungkas mengatakan, di tubuh kedua korban ditemukan bekas tindakan kekerasan, seperti bekas bacokan pada bagian kepala dan bekas jeratan pada bagian leher.

"Kami masih mendalami kasus dan motifnya. Keduanya diketahui berboncengan mengendarai sepeda motor Scoopy berwarna putih saat dilaporkan hilang. Kalau dilihat dari sini, bisa jadi ada motif perampokan, tetapi kita masih memastikannya," katanya. Motor Scoopy tak ada di lokasi penemuan.

Keluarga korban mencurigai Fauzan (36), sebagai pelaku pembunuhan. Pada Jumat (21/9) pagi, sebelum kakak adik itu dinyatakan hilang, Fauzan sempat medatangi Erli Yulianti (36), bermaksud meminjam uang sebesar Rp 100 ribu. Permintaan ini tidak dapat dipenuhi karena kondisi keuangan keluarga Erli juga sedang pas-pasan.

Kerabat Erli, Su (60), mengatakan, Fauzan tak pulang ke rumah yang letaknya tak jauh dari rumah korban. "Kami curiga karena dia ini pernah datang untuk meminjam uang, tapi tidak dikasih karena sedang tidak ada uang. Kemudian setelah anak ini menghilang, kami coba menyari tadi ke rumah kontrakan, ia sudah tidak di sana lagi kata tetangganya. Kami cari ke kantornya, bosnya bilang dia tidak masuk kerja sejak hari Jumat," ungkapnya. Kecurigaan keluarga ini telah disampaikan dalam laporan resmi ke Polsek Sukarami. (iam/wan/tnf/jhn)
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Ashari
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas