Pengirim SMS di Lubuklinggau

Lima hari hilang, kakak adik Mayang Diyanti (11) dan Rezi Triansyah (2), ditemukan sudah meninggal tersembunyi di semak-semak

Pengirim SMS di Lubuklinggau
FACEBOOK/KPAID PALEMBANG
Foto kenangan Mayang dan Rezi semasa hidup

Sejak dinyatakan hilang, Jumat (21/9) pukul 13.00, keluarga sudah mencari ke berbagai tempat dan melapor ke Mapolsek Sukarami.

Informasi keberadaan dua jenazah itu justru didapat Mustari (52), kakek korban, dari pesan singkat (SMS) berantai yang dikirimkan nomor ponsel 081996188XXX, sejak Minggu (23/9) pukul 06.00.

"Saya dapat SMS mencurigakan, ditelepon balik tidak diangkat. Bisa saja orang itu mendapat nomor telepon saya dari hp Mayang," ucap Mustari di kediaman Perum Nuansa Dago, Blok A3, Kelurahan Sukarami.

Tribun Sumsel menghubungi nomor ponsel itu semalam pukul 19.30 dan sempat tersambung. Suara di ujung sana terdengar menggunakan dialek Palembang. "Halo siapo ini. Aku sekarang lagi di Warnet Dempo Linggau, ado apo," katanya.

Perbincangan tak berlangsung lama karena lelaki itu menutup ponsel. Dia sempat meminta Tribun menggunakan nomor telepon lain, tetapi ponsel itu sudah tidak aktif lagi. Dari obrolan singkat, suasana di tempat lelaki itu hening. Ada terdengar suara perempuan, sepertinya sedang membisiki dia tapi tak terdengar jelas.

Wartawan Tribun Sumsel di Lubuklinggau melacak keberadaan Warnet Dempo Permai. Ada empat pria dan seorang perempuan di warnet tak lama setelah kontak lewat ponsel terputus. Seorang polisi berpakaian bebas terlihat berada di warnet. Di depan warnet terparkir motor Scoopy warna putih pelat BG 3089 HW.

Mayang dan Rezi dinyatakan hilang setelah pergi mengantar saudaranya, Aldi (9) ke sekolah kelas 3 SDN 151 di Jl Sukabangun II, Jumat (21/9) pukul 13.00. Ketiganya mengendarai motor Scoopy putih. Hingga pukul 14.00, keduanya tidak pulang. Keluarga mencari ke rumah teman sekolah Mayang kelas 6 SDN 151, tapi tak ketemu.

Keluarga juga telah minta bantuan patanormal, tapi tak membuah hasil. Zam Masari (37) dan Erli Yulianti (36), orangtua Mayang dan Rezi, lantas melapor ke petugas Polsek Sukarami. Berdasarkan cerita Aldi, dalam perjalanan ke sekolah, mereka sempat berpapasan dengan Fauzan (35) mengendarai motor.

Fauzan masih keluarga Erli. Jumat pagi sebelum kedua bocah itu hilang, Fauzan sempat datang menemui Erli bermaksud meminjam uang Rp 100 ribu, tetapi tak diberi. Enam bulan lalu Fauzan pernah pinjam Rp 200 ribu, tapi belum dikembalikan.

Fauzan Menghilang

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Ashari
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help