Minggu, 30 Agustus 2015

Pengirim SMS di Lubuklinggau

Rabu, 26 September 2012 01:56

Pengirim SMS di Lubuklinggau
FACEBOOK/KPAID PALEMBANG
Foto kenangan Mayang dan Rezi semasa hidup

Sejak dinyatakan hilang, Jumat (21/9) pukul 13.00, keluarga sudah mencari ke berbagai tempat dan melapor ke Mapolsek Sukarami.

Informasi keberadaan dua jenazah itu justru didapat Mustari (52), kakek korban, dari pesan singkat (SMS) berantai yang dikirimkan nomor ponsel 081996188XXX, sejak Minggu (23/9) pukul 06.00.

"Saya dapat SMS mencurigakan, ditelepon balik tidak diangkat. Bisa saja orang itu mendapat nomor telepon saya dari hp Mayang," ucap Mustari di kediaman Perum Nuansa Dago, Blok A3, Kelurahan Sukarami.

Tribun Sumsel menghubungi nomor ponsel itu semalam pukul 19.30 dan sempat tersambung. Suara di ujung sana terdengar menggunakan dialek Palembang. "Halo siapo ini. Aku sekarang lagi di Warnet Dempo Linggau, ado apo," katanya.

Perbincangan tak berlangsung lama karena lelaki itu menutup ponsel. Dia sempat meminta Tribun menggunakan nomor telepon lain, tetapi ponsel itu sudah tidak aktif lagi. Dari obrolan singkat, suasana di tempat lelaki itu hening. Ada terdengar suara perempuan, sepertinya sedang membisiki dia tapi tak terdengar jelas.

Wartawan Tribun Sumsel di Lubuklinggau melacak keberadaan Warnet Dempo Permai. Ada empat pria dan seorang perempuan di warnet tak lama setelah kontak lewat ponsel terputus. Seorang polisi berpakaian bebas terlihat berada di warnet. Di depan warnet terparkir motor Scoopy warna putih pelat BG 3089 HW.

Mayang dan Rezi dinyatakan hilang setelah pergi mengantar saudaranya, Aldi (9) ke sekolah kelas 3 SDN 151 di Jl Sukabangun II, Jumat (21/9) pukul 13.00. Ketiganya mengendarai motor Scoopy putih. Hingga pukul 14.00, keduanya tidak pulang. Keluarga mencari ke rumah teman sekolah Mayang kelas 6 SDN 151, tapi tak ketemu.

Halaman123
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Ashari
KOMENTAR
berita POPULER
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas