Pilgub DKI

150 Laptop Kendalikan Relawan Bawah Tanah

Untuk mengakomodir 15.095 laporan tim lapangan dari masing-masing TPS, 150 personel validator tidak bisa meninggalkan tempat duduk berlama-lama.

150 Laptop Kendalikan Relawan Bawah Tanah
Tribun Jogya/Ikrob Didik Irawan
Jokowi Tiba di Solo Naik Becak
Pemilihan Gubernur DKI Jakarta selesai sudah. Pasangan Joko Widodo alias Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menang 54 persen berdasarkan hasil hitung cepat (quick count), mengalahkan Fauzi Bowo - Nachrowi Ramli, yang meraih 47 persen. Selain faktor figur dan rekam jejak bagus yang bagus, kinerja tim sukses yang solid pun sangat penting. Berikut laporan mengenai tim rahasia, yang mengendalikan data dan informasi Jokowi - Ahok berdasarkan perangkat teknologi informasi.

BUKAN sekadar solid, tim pemenangan JB bergerak secara rahasia dan terorganisasi rapi. Bergerak memetakan kekuatan lawan, menerobos lumbung-lumbung suara hingga lapisan terbawah, mengelola media-media sosial, termasuk melancarkan perang di dunia maya lawan pendukung lawan, Fauzi Bowo (Foke) - Nachrowi Ramli (Nara).

"Ini, kami, yang selama ini boleh dikatakan hanya bergerak di bawah tanah," Koordinator Tim Relawan Jokowi-Basuki Hasan Nasbi menjelaskan tugas tim Relawan Jakarta Baru. Hasan Nasbi sehari-hari menjabat Direktur Eksekutif Cyrus Network, suatu lembaga konsultan politik.

Seakan-akan dalam suara perang betulan, tim validator bekerja di ruangan yang dinamai War Room dan Data Center Jakarta Baru bermarkas di Gedung 165, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Keberadaan mereka tak terendus sebelumnya lantaran bergerak secara diam-diam. Hasan secara khusus menekankan orang-orang yang telah dilatih selama tiga setengah bulan itu memang baru pertama kali diperkenalkan secara terbuka kepada publik.

Tim beranggotakan anak-anak muda, mereka terbiasa dan terampil menggunakan perangkat teknologi informasi. Sebanyak 150 orang muda itu duduk di depan laptop mengawasi lalu-lintas informasi dengan 45.000 relawan lain yang berada di lapangan.
"Mereka adalah operator data center. Tiap orang bertugas memonitor dan berkomunikasi dengan 300 orang relawan lapangan," kata Hasan.

Data center ini beroperasi selama 24 jam mulai H-3 hingga H+3 Pilkada DKI. Tugas utama mereka selama momen krusial itu adalah memantau pelaksanaan pilgub DKI dengan harapan berlangsung bersih, jujur dan adil.

Mereka juga akan mengawasi pelaksanaan pencoblosan hingga proses perhitungan suara untuk mengantisipasi setiap potensi kecurangan. "Jadi jangan coba-coba berbuat curang. Kami siap mengawasi dan melaporkan apa pun bentuk kecurangan yang dilakukan lawan," kata Hasan.

Jumlah relawan Jokowi - Basuki tidak tanggung-tanggung, beranggotakan 15.059 relawan. Jumlah ini sama persis dengan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dibuka pada saat pemungutan suara putaran kedua.

15.059 relawan itu berada dalam pengawasan 42 koordinator di tingkat kecamatan, dan 706 koordinator lapangan yang berada di tingkat kelurahan. Tim besar menyebar ke berbagai kelurahan di lima kotamadya di Jakarta dan satu kabupaten, yakni Kepulauan Seribu.

Tim intelektual dari semua pergerakan ini berjumlah 31 tim yang memegang komando paling atas. Tugas ke-31 orang ini memproyeksikan pekerjaan yang lebih besar mengenai konsep, kreasi dan juga media yang terus mempublikasikan Jokowi-Ahok.
Tim sangat rahasia ini diikat terikat perjanjian untuk bergerak secara tertutup, tanpa diketahui publik. Tim ini merupakan relawan Jokowi-Ahok dan di bawah komando struktural yang ada di atasnya. "Kerahasiaan ini agar strategi kami tidak dibaca atau digunakan pihak lain," ujar Hasan.

Tugas mereka pun tidak mudah. Pada saat pemungutan suara, satu orang mendapat tugas untuk memantau tiap TPS yang telah ditentukan sebelumnya. Pemantauan harus presisi, tidak boleh kurang atau lebih dari yang telah ditentukan.

Untuk mengakomodir 15.095 laporan tim lapangan dari masing-masing TPS, 150 personel validator tidak bisa meninggalkan tempat duduk berlama-lama. Pergi ke toilet atau membuat kopi pun untuk sekadar menahan kantuk.

Waktu istirahat hanya pukul 17.30 WIB. Kesempatan ini pun tidak disia-siakan tim operator untuk salat magrib, makan, ke petilasan (toilet) dan merokok sambil berbincang.

Dalam masa istriahat tersebut seorang tim operator, Parlin menjelaskan bagaimana pusingnya mengentri data yang masuk. Mereka harus memasukkan angka-angka yang masuk sesuai kolomnya. "Kerjaannya agak bikin mata lelah," kata Parlin, seorang relawan.

Eko David Afianto sebagai Direktur Riset Cyrus Network menjelaskan, tim operator atau validator ini antara lain mencocokkan laporan hasil suara yang ada di tiap TPS. Kemudian memverifikasi ulang mengenai data yang masuk apakah sesuai atau tidak, lalu memetakan ulang tiap saksi yang ada di tiap TPS.

Bahkan, mereka harus benar-benar memastikan TPS yang dipantau ada yang memilih Jokowi-Ahok. Usai pemilihan, tim lapangan melaporkan hasil pencoblosan, sehingga real count diperoleh dengan cepat, secepat quick count, tidak perlu menunggu berhari-hari.

Meski kerja tim ini cukup melelahkan mata, perjuangan yang diberikan setimpal dengan hasil yang diperoleh tim, baik di lapangan maupun di War Room. Terbukti, untuk hitung cepan (quick count), hingga pukul 15.00 WIB, pada hari H pemungutan suara, pasangan Jokowi-Ahok dalam perhitungan cepat tim operator sebesar meraih 54,06 persen. Untuk Foke-Nara sebesar 45,94 persen. Hasil laporan dari tim lapangan 96 persen dari 500 TPS pilihan.

Selain hitung cepat, Cyrus Network, konsultan politik pasangan Jokowi - Basuki pun melakukan penghitungan sungguhan (real count). Data di ambil dari setiap relawan yang disebar 15.059 TPS di Jakarta. Hasil real count, hingga kemarin sore, Jokowi memperoleh 54,72 persen suara, sedangkan Foke 45,25 persen suara dari 70,49 persen TPS yang masuk. Tingkat partisipasi pemilih pada real count 71,39 persen suara dengan kualitas random 99,54 persen.

Untuk jam kerja, Eko menjelaskan, tim operator bekerja sampai semua laporan dari tim lapangan terakomodir. "Jika sampai malam, ya sampai malam selesainya," kata Eko.
Editor: Ashari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved