• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 19 September 2014
Tribun Sumsel

Terancam Dipecat Tidak Hormat

Selasa, 4 September 2012 23:25 WIB
Laporan Wartawan TribunSumsel.Com, Edison

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH – Jika ketiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditahan Polres Prabumulih terbukti bersalah sesuai Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010, sanksi terberat akan diberhentikan secara tidak hormat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kota Prabumulih, Drs H Sobban Asmuni melalui Kabid Pengadaaan dan Pembinaan Pegawai, Hajar Agusmal SSTP MSi kepada wartawan, Selasa (4/9/2012).
Menurut Hajar, sesuai PP nomor 53 tahun 2010 tentang kedisplinan PNS, jika ketiga pegawai Disdik diduga korupsi diputus bersalah oleh pengadilan akan dilakukan proses pemberhentian secara tidak hormat.

BKD hingga saat ini, menurut Hajar, masih menunggu hasil pemeriksaan polisi yang kini telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka.
"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan, untuk menindak lanjuti apa yang akan dilakukan terhadap ketiga tersangka,” lanjutnya.

Hajar menambahkan, pihak Inspektorat telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan penyelewengan dan penerimaan hadiah atau gratifikasi.

"Jika pihak Inspektorat mendapatkan hasil akan disampaikan ke walikota. Kemudian kita menunggu rekomendasi untuk selanjutnya akan ada sanksi," tambahnya.

Sanksi tegas bisa diberikan, jika ketiga terbukti bersalah yang diperkuat adanya kekuatan hukum tetap dari pengadilan.
"Biasanya setelah ada kekuatan hukum tetap dan dinyatakan bersalah maka baru bisa diberikan sanksi," tuturnya.

Sementara, Kepala Inspektorat kota Prabumulih, Drs H Jauhar Pahri Ak MM ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya bisa menunggu hasil dari putusan pengadilan. Hal itu disebabkan, aparat penegak hukum yang berhak melaksanakan penyidikan ataupun penyelidikan.
"Pihak penegak hukum yang lebih berhak, kita siap membantu jika mereka memerlukan data dan keterangan jika dibutuhkan," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga mantan pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah kota Prabumulih ditahan penyidik Reserse Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Prabumulih. Pasalnya, ketiga mantan pejabat tersebut diduga terlibat penyelewengan dan penerimaan hadiah dana blockgrand dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Dekonsentrasi tahun 2009.
Dana tersebut digunakan untuk Lembaga Khusus Pendidikan (LKP) dan Pusat Kegiatan Belajar masyarakat (PKBM) Tahun 2009.

Akibat ulah ketiga pelaku, negara mengalami kerugian sebesar Rp 227 juta. Mereka melanggar empat pasal Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ketiganya dijerat pasal 2 dan 3 junto pasal 9 dan 11 UU RI nomor 31 tahun 1999.

Ketiga tersangka ini, Hibawahi (45) mantan Kasidikmas periode Desember 2009 hingga Maret 2010, H Moh Holidi (50) mantan Kasi Dikmas tahun 2009, dan Pahudar (57) mantan Kepala Bidang Pengawas Luar Sekolah tahun 2009. Ketiga tersangka ditahan polisi pada Sabtu (1/9) pukul 01.00.
(*)
Editor: Andri Farid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2172 articles 72 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas